Posts Tagged ‘tetes’

LABORATORIUM P3GI untuk Analisa Gula, Tanah, Pupuk, Air dan Limbah serta Bahan Lain

Telp : 0343 – 421086 / 081252646763
email : lab.p3gi@gmail.com, risvan@risvank.com
Jl. Pahlawan 25 Pasuruan 67126

LABORATORIUM P3GI merupakan laboratorium yang dimiliki oleh Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (PPPGI). Lab. P3GI telah berpengalaman selama puluhan tahun dalam analisa bahan-bahan yang berhubungan dengan industri gula. Selain menguji kualitas gula, tetes, bahan pembantu proses produksi gula, Lab. P3GI juga menyediakan jasa untuk analisa pupuk dan rekomendasi pemupukan, analisa a ir dan limbah serta produk turunan dari gula.  Dengan tenaga ahli dan analis yang telah berpengalaman, serta didukung dengan peralatan laboratorium yang spesifik dan modern, hasil analisa dan rekomendasi dari Lab. P3GI telah banyak digunakan oleh praktisi industri gula di Indonesia.

Ruang Lingkup Pengujian
Ruang lingkup pengujian Lab. P3GI meliputi :

Gula,  Tetes (molasses),  Tebu, Produk turunan gula, Flokulan, Belerang, Kapur, Kokas, Tanah, Pupuk, Air dan limbah

Bahan-bahan yang diuji berkaitan dengan industri gula, namun kami juga menerima analisa bahan-bahan yang berkaitan dengan industri lain.

FASILITAS
Laboratorium P3GI dilengkapi dengan fasilitas peralatan laboratorium yang kompeten dan terbaru untuk menunjang dan menghasilkan data pengujian yang akurat dan terpercaya.  

HPLC (High Performance Liquid Chromatography)
Lab. P3GI memiliki HPLC KNAUER untuk analisa sukrosa, fruktosa, glukosa dan karbohidrat lain dari suatu bahan yang tidak dapat diukur dengan cara konvensional.

HPLC

AAS (Atomic Adsorption Spechtrophotometer)
AAS Shimadzu AA-6800 untuk analisa komponen logam dalam contoh gula, tetes, tanah, pupuk dan bahan lain dengan hasil yang akurat.

AAS

Sacharomat NIR W2
Untuk mengukur kadar pol nira, gula, tetes dan  bahan lain secara lebih akurat.

Coloromat 100
Untuk mengukur warna ICUMSA gula, nira ataupun bahan lain.

Pada tahun ini Lab. P3GI dalam proses pengajuan akreditasi di Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan diharapkan tahun 2013 sudah mendapat akreditasi KAN.  Apabila anda ingin menganalisakan bahan-bahan yang berhubungan dengan gula, tanah, pupuk, air dan limbah atau bahan lain bisa menghubungi ke kantor P3GI. Staff kami dengan senang hati akan memberikan pelayanan terbaik bagi anda.

Share

Blotong dan Pemanfaatannya

Pada pemrosesan gula dari tebu menghasilkan limbah atau hasil samping, antara lain ampas, blotong dan tetes. Ampas berasal dari tebu yang digiling dan digunakan sebagai bahan bakar ketel uap, partikel board dan bahan baku kertas. Blotong atau filter cake adalah endapan dari nira kotor pada proses pemurnian nira yang di saring di rotary vacuum filter, sedangkan tetes merupakan sisa sirup terakhir dari masakan yang telah dipisahkan gulanya melalui kristalisasi berulangkali sehingga sulit menghasilkan kristal.

Rata-rata blotong dihasilkan sebanyak 3.8 % tebu atau sekitar 1.1 juta ton blotong per tahun (produksi tebu tahun 2011 sekitar 28 juta ton). Blotong dari PG Sulfitasi rata-rata berkadar air 67 % dan kadar pol 3 %. Komposisi blotong secara umum dapat dilihat pada tabel 1.

 Tabel 1. Komposisi dari blotong

Blotong merupakan limbah yang bermasalah bagi pabrik gula dan masyarakat karena blotong yang basah menimbulkan bau busuk. Oleh karena itu apabila blotong dapat dimanfaatkan akan mengurangi pencemaran lingkungan. Read the rest of this entry »

Share

Kehilangan Gula Pada Proses Pembuatan Gula

Proses pembuatan gula dari tebu melalui beberapa tahap dimulai dari lahan sampai ke emplasemen gilingan, mengesktrak nira di gilingan, pemurnian nira, penguapan, kristalisasi, puteran sampai pengepakan gula dalam karung. Dari berbagai tahap tersebut terjadi kehilangan gula dalam hal ini sukrosa sehingga jumlah sukrosa yang seharusnya bisa dikristalkan menjadi gula berkurang. Oleh karena itu sebenarnya Pabrik Gula bukanlah tempat untuk membuat gula, PG hanya berkewajiban untuk menyelamatkan gula (sukrosa) yang ada dalam tebu. Proses pembentukan sukrosa sendiri terjadi di lahan melalui proses fotosintesis. Penyebab kehilangan sukrosa dapat dikategorikan sebagai berikut :

  1. Karena zat kimia yaitu kondisi asam
  2. Kehilangan secara fisik
  3. Kehilangan yang disebabkan oleh mikroba

Langkah pertama pada proses pembuatan gula tebu adalah tahapan tebang angkut. Sebelum tebu ditebang kehilangan gula dapat disebabkan karena penyakit, hama, atau oleh cuaca. Setelah ditebang tebu akan mengalami kerusakan yang disebabkan oleh enzyme, bahan kimia dan mikroba. Enzim invertase yang terdapat pada tebu akan mengkonversi sukrosa menjadi gula reduksi (glukosa dan fruktosa) sehingga kemurnian dari nira berkurang. Kerusakan oleh mikroba disebabkan oleh bakteri Leuconostoc, dimana bakteri ini dapat menyebabkan terbentuknya dextran. Pembentukan dextran yang berlebihan akan menimbulkan kesulitan dalam proses. Oleh karena itu untuk mengurangi kehilangan gula selama tebang angkut, hendaknya proses tebang angkut dilakukan secara efisien sehingga tebu setelah ditebang dapat digiling secepatnya. Read the rest of this entry »

Share
Saran, Kritik, Ngobrol

Categories
Tweet
Sugar Research Fan Page