Posts Tagged ‘Mikrofiltrasi’

Mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi

Perbedaan kedua filtrasi tersebut terletak pada spektrum porositas membran yang berakibat juga pada perbedaan kondisi operasionalnya. Proses mikrofiltrasi memisahkan partikel dengan rentang pori 0,1-10 mikrometer terbuat dari bahan membran polimer dan juga keramik. Mikrofiltrasi juga dapat digunakan untuk sterilisasi karena bakteri tertahan di retentate sehingga permeate bebas dari bakteri.

Membran komposit yang ternama adalah keramik dengan kerangka berpori kasar (8 mikrometer) yang dilapisi dengan membran berpori lembut. Membran dan kerangkanya dibuat dari bahan alumina yang secara kimia bersifat stabil dan tahan terhadap tekanan mekanis tetapi rapuh. Membran metal kini juga tersedia di pasar, stabil pada kondisi yang ekstrem ( termal, mekanikal dan kemikal) dan kerapuhannya lebih rendah.

Ultrafiltrasi (UF) memisahkan molekul teru­tama makromolekul. Membran untuk UF dibuat dari bahan polisulfon asimetrik dan juga dari bahan anorganik komposit karbon zirconia atau komposit alumina. Proses UF digunakan untuk pemisahan atau peningkatan konsentrasi makromolekul atau polimer yang memiliki berat molekul (bm) 300-2 000 000. Tekanan kerja UF lebih tinggi dari MF, tetapi jarang melebihi 6 Bar, dengan rata-rata fluks lebih kecil dari 50 L/m2/jam.

Konfigurasi membran

Konfigurasi filtrasi membran yang dikenal antara lain adalah hollow fibre, tubular dan spiral. Konfigurasi tubular biasanya untuk membran anorganik seperti keramik, karbon atau stainless steel, sedangkan konfigurasi spiral dan hollow fibre dibuat dari bahan polimer organik seperti poli­propilen, polisulfon dan lain-lain. Read the rest of this entry »