Posts Tagged ‘mikroba’

1. Mikroba di Raw Sugar
Mikroba yang terdapat dalam raw sugar berasal dari tanah. Menurut De Whalley dan Scarr, spesies mikroba yang terdapat dalam raw sugar adalah Bacillus subtilis, B. Mesentericus vulgarus, Aerobacter aerogenes, dan spesies Actinomyes, Saccharomyes, Penicillia, Mucor dan Aspergillus. Selain itu ada juga golongan thermophillic : Clostridium nigrifi dan Bacillus stearothermophillis. Mikroba penghasil hidrogen : Clostridium thermoputrificum, C. Thermoaerogenes thermocidophilus dan C. Thermochainus. Mikroba tersebut akif di molasses yang menyelimuti raw sugar. Film molasses memberikan banyak nutrisi pada mikroba sehingga dapat bertahan hidup.

2. Mikroorganisme di proses Afinasi

Pada proses affinasi yaitu pencucian raw sugar, dapat tumbuh bakteri mesophillic dan thermophillic. Mikroba tersebut terbawa dari lapisan film molasses yang menyelimuti raw sugar. Pada proses pencucian dan peleburan raw sugar di lebur sehingga bakteri tercampur kedalam sirup affinasi.

3. Press Filtration
Pada proses filter press partikel dengan ukuran 0.7 – 1 mikron dihilangkan. Karena ukuran dari yeas, mold dan bakteri lebih besar dari 1 mikron maka kemungkinan mikroba yang tertinggal pada filtrat masih banyak. Selama 5 – 10 menit pertama penyaringan filtrat keruh yang dihasilkan masih banyak mengandung mikroba. Oleh karena itu sebelum dialirkan ke tangki penampung hendaknya filtrat dibersihkan dulu. Kejernihan dari filtrat biasanya mengindikasikan banyak sedikitnya mikroba yang terdapat didalamnya.

4. Proses dekolorisasi
Apabila pada proses filtrasi terjadi kebocoran sehingga liquor yang dihasilkan turbiditinya tinggi, kemungkinan kontaminasi mikroba tinggi dan hal ini akan terbawa pada proses dekolorisasi. Pada proses dekolorisasi dengan kolom karbon, mikroba dapat mencemari peralatan dan menempel pada dinding kolom sehingga dapat terbawa oleh liquor yang di lewatkan pada kolom tersebut. Selain itu sumber mikroba bisa dari dasar kolom dan dindingnya dan biasanya terbawa pada saat liquor pertama melewati kolom. Pembersihan kolom karbon secara periodik diperlukan untuk mensterilkan kolom dari mikrobal. Read the rest of this entry »

Nira dari tebu yang mempunyai suasana asam merupakan tempat optimal bagi berkembangnya mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme dapat mengganggu proses pengolahan, selain itu juga dapat menyebabkan kehilangan gula pada proses. Secara garis besar mikroorganisme pada proses pengolahan gula dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Bakteri, yaitu organisme sel tunggal. Aerobic thermophillic bacteria dapat hidup pada suhu 45 – 60 0C. Aerobic mesophilic bacteria dapat bertahan hidup pada suhu 20 – 45 0C. Selain itu bakteri lainnya dapat hidup sampai suhu 100 0C.

  2. Yeast, merupakan jamur yang berbentuk oval, tabung dan tipis dengan ukuran sel sebesar 10 mikron. Ragi dapat hidup dengan kondisi oksigen minimum dan larutan dengan konsentrasi gula tinggi. Beberapa dapat tumbuh pada kondisi brix 65. banyak spesies dari ragi yang dapat memproduksi enzim khususnya enzim invertase yang menyebabkan reaksi inverse sukrosa.

  3. Kapang yang berbentuk parasit dengan ukuran 10 mikron sampai 1 mm. Untuk tumbuh jamur membutuhkan oksigen dan suhu sekitar 25 – 30 0C. Read the rest of this entry »