Posts Tagged ‘Lane eynon’
Jumlah gula sebagai invert (TSAI, total sugar as invert) ialah jumlah semua gula yang ada di dalam suatu larutan yang dihitung sebagai gula reduksi setelah larutan tersebut di-inversi dengan asam. Seperti diketahui gula yang terdapat di dalam nira, sirup atau tetes tebu terutama terdiri dari sukrosa (terbesar), glukosa dan fruktosa. Perbandingan glukosa dan fruktosa sekitar 1 : 1; jumlahnya disebut gula reduksi. Setelah larutan gula diasamkan, sukrosa terhidrolisis semuanya menjadi gula reduksi. Gula reduksi sekarang menjadi lebih banyak dari semula, yaitu berasal dari sukrosa dan dari gula reduksi asal. Oleh karena itu metode yang digunakan disebut metode reduksi ganda.
Untuk merubah semua sukrosa menjadi gula reduksi maka kondisi operasional hidrolisis (pH, suhu dan waktu reaksi) harus optimal. Keasaman larutan (pH) didekati dengan penambahan larutan HCl encer pada volume tertentu. Penambahan 10 ml larutan HCl 1:1 (bj = 1,1) ke dalam larutan yang mengandung sukrosa setara 750 mg gula reduksi per 50 ml larutan cukup mampu untuk menghidrolisis semua sukrosa menjadi gula reduksi pada suhu hidrolisis 60 oC selama 10 menit. Selanjutnya untuk menentukan gula reduksi di dalam larutan yang terinversi ini digunakan metode Lane & Eynon.
Perhitungan TSAI :
http://www.ziddu.com/download/5017423/JUMLAHGULASEBAGAIINVERT.pdf.html
Gula reduksi ialah gula yang mempunyai gugus aldehida atau keton bebas yang dalam suasana basa dapat mereduksi logam-logam, sedangkan gula itu sendiri teroksidasi menjadi asam-asam (asam aldonat, asam ketonat atau asam uronat). Gula reduksi dalam nira, sirup atau tetes tebu terutama terdiri dari glukosa dan fruktosa dengan perbandingan sekitar 1 : 1. Metode yang digunakan untuk menentukan kadar gula reduksi dalam nira, sirup dan tetes tebu ialah metode Lane & Eynon.
Gula reduksi dapat mereduksi larutan Fehling menjadi tembaga oksida yang mengendap berwarna merah bata (ion kupri tereduksi menjadi ion kupro). Larutan Fehling A mengandung ion kurpi (CuSO4), sedangkan larutan Fehling B mengandung campuran alkali (NaOH dan KNaC4H4O6). Gula reduksi dengan alkali (Fehling B) akan membentuk enediol, kemudian enediol ini dengan ion kupri (Fehling A) akan membentuk ion kupro dan campuran asam-aam. Selanjutnya ion kupro dalam suasana basa akan membentuk kurpo hidroksida yang dalam keadaan panas mendidih akan mengendap menjadi endapan kupro oksida (Cu2O) yang berwarna merah bata.
Perhitungan Kadar Gula Reduksi Nira Tebu :
http://www.ziddu.com/download/5017454/GULAREDUKSI.pdf.html
