Posts Tagged ‘Kristal’

Oleh :
B.E. SANTOSO dan MARTOYO

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia
Jl. Pahlawan No. 25 Pasuruan 67126

ABSTRAK

Pada kesetimbangan proses pembuatan gula dari tebu, di stasiun gilingan dikenal istilah air tebu bebas brix dan di stasiun pengolahan dikenal istilah faktor pol yang tidak dapat mengkristal. Air tebu bebas brix = 100 - kadar nira tebu - kadar sabut tebu. Faktor pol yang tidak dapat mengkristal = (Pol tebu - Rendemen) : (Brix tebu - Pol tebu). Rumus ini adalah rumus dasar yang digunakan pada umumnya untuk mengontrol proses pembuatan gula. Untuk pabrik gula yang mengolah tebu dengan kualitas standar dan efisiensi pabrik standar, air tebu bebas brix = 3 % tebu dan faktor pol yang tidak dapat mengkristal = 0,5. Ingin diketahui sebenarnya seberapa besar air tebu bebas brix dan faktor pol yang tidak dapat mengkristal untuk pabrik gula di Indonesia kaitannya dengan kualitas tebu dan kondisi pabrik di Indonesia pada saat ini. Pada tahun 1997 s.d. 2003 telah dilakukan uji kinerja pabrik di 9 pabrik gula di Jawa dan Sumatera masing-masing selama 5 - 6 hari efektif sehingga keseluruhannya terdapat 60 pasang data harian. Data yang dihasilkan antara lain: Pol nira perahan pertama (npp), brix npp, pol tebu, brix tebu, sabut tebu dan rendemen. Dari data tersebut dihitung air tebu bebas brix dan faktor pol yang tidak dapat mengkristal. Hasilnya menunjukkan bahwa air tebu bebas brix untuk pabrik gula tersebut berkisar antara 0,3 s.d. 7,7; kuartil bawah 1,3; median 2,4; kuartil atas 3,7 atau rata-rata 2,7 dengan simpangan baku 1,8. Angka ini tidak begitu berbeda dengan standar air tebu bebas brix. Sedangkan faktor pol yang tidak dapat mengkristal berkisar antara 0,47 s.d. 1,18; kuartil bawah 0,63; median 0,76; kuartil atas 0,90 atau rata-rata 0,78 dengan simpangan baku 0,17. Angka ini berbeda dan lebih tinggi daripada standar faktor pol yang tidak dapat mengkristal. Hal ini menunjukkan bahwa gula yang tidak dapat dikristalkan tinggi disebabkan oleh kualitas tebu dan efesiensi pabrik yang rendah (kemurnian npp rendah = 75,50 %; rekoveri total rendah = 67,59 %). Air tebu bebas brix dan faktor pol yang tidak dapat mengkristal bermanfaat untuk memformulasikan rumus rendemen empirik yang komponennya berdasarkan pol npp (P), brix npp (B) dan sabut tebu (S) yaitu rendemen = 1,78 P . [ { 100 - ( S + 8 ) : 100 ] - 0,78 B . [ (100 - (S + 3 ) : 100 ].

Kata kunci: Air tebu bebas brix, pol yang tidak dapat mengkristal, uji kinerja pabrik. Read the rest of this entry »