Posts Tagged ‘gula’

Kehilangan Gula Pada Proses Pembuatan Gula

Proses pembuatan gula dari tebu melalui beberapa tahap dimulai dari lahan sampai ke emplasemen gilingan, mengesktrak nira di gilingan, pemurnian nira, penguapan, kristalisasi, puteran sampai pengepakan gula dalam karung. Dari berbagai tahap tersebut terjadi kehilangan gula dalam hal ini sukrosa sehingga jumlah sukrosa yang seharusnya bisa dikristalkan menjadi gula berkurang. Oleh karena itu sebenarnya Pabrik Gula bukanlah tempat untuk membuat gula, PG hanya berkewajiban untuk menyelamatkan gula (sukrosa) yang ada dalam tebu. Proses pembentukan sukrosa sendiri terjadi di lahan melalui proses fotosintesis. Penyebab kehilangan sukrosa dapat dikategorikan sebagai berikut :

  1. Karena zat kimia yaitu kondisi asam
  2. Kehilangan secara fisik
  3. Kehilangan yang disebabkan oleh mikroba

Langkah pertama pada proses pembuatan gula tebu adalah tahapan tebang angkut. Sebelum tebu ditebang kehilangan gula dapat disebabkan karena penyakit, hama, atau oleh cuaca. Setelah ditebang tebu akan mengalami kerusakan yang disebabkan oleh enzyme, bahan kimia dan mikroba. Enzim invertase yang terdapat pada tebu akan mengkonversi sukrosa menjadi gula reduksi (glukosa dan fruktosa) sehingga kemurnian dari nira berkurang. Kerusakan oleh mikroba disebabkan oleh bakteri Leuconostoc, dimana bakteri ini dapat menyebabkan terbentuknya dextran. Pembentukan dextran yang berlebihan akan menimbulkan kesulitan dalam proses. Oleh karena itu untuk mengurangi kehilangan gula selama tebang angkut, hendaknya proses tebang angkut dilakukan secara efisien sehingga tebu setelah ditebang dapat digiling secepatnya. Read the rest of this entry »

Share

Diversifikasi Produk Pabrik Gula

Pada saat ini di Indonesia terdapat kurang lebih 61 Pabrik Gula yang beroperasi, dimana kebanyakan terdapat di Pulau Jawa khususnya Jawa Timur. Semua pabrik gula tersebut berbahan baku dari tanaman tebu. Tebu sangat efisien dalam merubah energi surya menjadi energi kimia. Dibandingkan dengan tanaman sejenis yang lain tebu menghasilkan karbohidrat dan bahan kering jauh lebih tinggi. Walaupun bervariasi tetapi rata-rata dapat menghasilkan 50 ton bahan kering per hektar. Peluangnya untuk menjadi bahan baku industri kimia cukup besar, terutama karena karbohidrat merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui.

Pabrik gula di Indonesia berjumlah 61 buah dengan produksi tebu sekitar 22 juta ton. Selain menghasilkan gula, pengolahan tebu juga menghasilkan pucuk tebu, ampas, blotong dan tetes sebagai produk sampingnya. Khusus untuk ampas pada umumnya digunakan sebagai bahan bakar ketel (boiler). Tetapi menurut Paturau pabrik gula yang efisien dapat menghemat uap bekas 34,6 % dan memperoleh kelebihan ampas sebanyak 39 %.

Hasil samping yang diperoleh langsung pada berbagai tahap pengolahan tebu menjadi gula adalah pucuk tebu, ampas, blotong dan tetes. Salah satu cara untuk melakukan diversifikasi produk pabrik gula adalah pengolahan hasil samping tersebut menjadi produk yang lebih tinggi nilainya, baik sebagai bahan jadi maupun bahan baku.

sumber : PATURAU, “by product of the Cane Sugar Industry” Read the rest of this entry »

Share

Betapa Bahagia Saat itu..

Betapa Bahagia saat itu
tatkala kita duduk di beranda
dua tubuh, dua bentuk,
tapi jiwa kita sebagai satu..

Tatkala kita mulai tertawa,
Betet di langit mulai kunyah gula!

Dalam bentuk ini, kita di bumi.
Pada saat yang sama kita di Sorga

(Mevlana Jalaluddin Rumi)

Salah satu penggalan rubaiyat Maulana Rumi diatas dapat juga kita analogikan dengan kondisi pergulaan kita. Selama ini kita selalu mengenang  kejayaan masa lampau dimana Indonesia pada zaman Hindia Belanda merupakan salah satu eksporter gula terbesar di dunia.

Itu adalah masa lalu yang indah yang patut dikenang dan dicatat. Tetapi sekarang kita harus menghadapi masa dimana produksi gula nasional merosot. Pada saat yang sama pemerintah telah mencanangkan bahwa pada tahun 2014 akan dicapai Swasembada Gula Nasional. Akankah target itu tercapai ? Hanya waktu yang bisa membuktikan..

Kita tidak boleh lelah untuk berusaha. Takdir memang di tangan Allah, tetapi nasib manusialah yang menentukan, sesuai dengan firman Allah SWT : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka.” (QS Ar Ra’du 11).   Dengan usaha dan kerjasama antara insan pergulaan (praktisi, peneliti, pemerintah, petani, dll) maka kita berharap target swasembada gula 2014 dapat tercapai..

Munculnya website atau blog ini diharapkan dapat menjadi wadah atau tempat berbagi informasi dan pengetahuan baru dalam bidang pergulaan sehingga kita dapat bekerja sama. Kami berharap dari para pembaca sekalian untuk memberikan sumbangsih dan saran nya atau memberikan kritik bagi kebaikan kita bersama.

Semoga bermanfaat dan kita berharap kepada Allah SWT kita dapat meraih kejayaan seperti masa lampau.

 

Share
Archives
Categories
Tweet
Komentar