Posts Tagged ‘evaporator’

Kehilangan Gula (Sukrosa) di Evaporator

Pengolahan gula dari tebu atau bahan pemanis lain melalui beberapa tahap proses. Secara umum tahap pengolahan tebu hingga menjadi gula adalah gilingan, pemurnian, penguapan, kristalisasi, centrifugasi dan sugar handling. Gula yang terkandung dalam batang tebu terdiri dari berbagai jenis, yaitu sukrosa (disakarida), glukosa dan fruktosa (monosakarida) dan polisakarida. Gula produk dari suatu PG hampir 99 % merupakan sukrosa. Suatu pabrik gula dikatakan efisien apabila dapat menekan kehilangan gula (sukrosa) seminimal mungkin dari proses pengolahan tebu menjadi gula kristal. Tentu tidak 100 % sukrosa yang terdapat dalam batang tebu dapat dikonversi menjadi gula produk. Dalam tahap pengolahan tersebut terdapat kehilangan sukrosa. Salah satu pos utama dalam kehilangan sukrosa adalah di Evaporator.

Kehilangan sukrosa di evaporator (pre evaporator + quadruple effect) sekitar 0,02 % sampai maksimum 0,2 % (Honig, 1963). Purchase, dkk (1987) melakukan perhitungan kehilangan sukrosa dengan menganalisa rasio glukosa / sukrosa pada quintuple effect evaporator. Dari hasil percobaannya diukur bahwa kehilangan total sukrosa dalam quintuple evaporator sebesar 0.68 %. Sedangkan Edye dan Clarke (1995) dengan konsep yang sama menyatakan bahwa total kehilangan sukrosa dalam evaporator sebesar 1,39 %.

Sumber-sumber kehilangan sukrosa di evaporator

Suhu operasional tinggi
Sukrosa akan mengalami kerusakan pada suhu > 120 0C, terutama pada badan pertama atau pre evaporator. Dengan kadar brix yang masih tinggi, operasional dengan suhu tinggi menyebabkan inversi dari sukrosa dan perubahan warna. Panpae, dkk (2008) menyatakan bahwa suhu, pH dan kandungan zat padat dari nira berpengaruh terhadap kehilangan sukrosa. Read the rest of this entry »

Share

Kehilangan Gula Pada Proses Pembuatan Gula

Proses pembuatan gula dari tebu melalui beberapa tahap dimulai dari lahan sampai ke emplasemen gilingan, mengesktrak nira di gilingan, pemurnian nira, penguapan, kristalisasi, puteran sampai pengepakan gula dalam karung. Dari berbagai tahap tersebut terjadi kehilangan gula dalam hal ini sukrosa sehingga jumlah sukrosa yang seharusnya bisa dikristalkan menjadi gula berkurang. Oleh karena itu sebenarnya Pabrik Gula bukanlah tempat untuk membuat gula, PG hanya berkewajiban untuk menyelamatkan gula (sukrosa) yang ada dalam tebu. Proses pembentukan sukrosa sendiri terjadi di lahan melalui proses fotosintesis. Penyebab kehilangan sukrosa dapat dikategorikan sebagai berikut :

  1. Karena zat kimia yaitu kondisi asam
  2. Kehilangan secara fisik
  3. Kehilangan yang disebabkan oleh mikroba

Langkah pertama pada proses pembuatan gula tebu adalah tahapan tebang angkut. Sebelum tebu ditebang kehilangan gula dapat disebabkan karena penyakit, hama, atau oleh cuaca. Setelah ditebang tebu akan mengalami kerusakan yang disebabkan oleh enzyme, bahan kimia dan mikroba. Enzim invertase yang terdapat pada tebu akan mengkonversi sukrosa menjadi gula reduksi (glukosa dan fruktosa) sehingga kemurnian dari nira berkurang. Kerusakan oleh mikroba disebabkan oleh bakteri Leuconostoc, dimana bakteri ini dapat menyebabkan terbentuknya dextran. Pembentukan dextran yang berlebihan akan menimbulkan kesulitan dalam proses. Oleh karena itu untuk mengurangi kehilangan gula selama tebang angkut, hendaknya proses tebang angkut dilakukan secara efisien sehingga tebu setelah ditebang dapat digiling secepatnya. Read the rest of this entry »

Share
Saran, Kritik, Ngobrol

Categories
Tweet
Sugar Research Fan Page