Posts Tagged ‘efisiensi’

Efisiensi dari pabrik gula secara umum dinyatakan dalam tingkat ekstraksi di stasiun gilingan dan perolehan gula di stasiun pengolahan (boiling house). Overal Recovery diperoleh dengan mengalikan tingkat ekstraksi di stasiun gilingan dengan perolahan gula di stasiun pengolahan. Di Indonesia sistem perhitungan yang digunakan adalah dengan menggunakan Faktor Rendemen (FR)

Faktor Rendemen = KNT x HPB x PSHK x WR

KNT = Kadar Nira Tebu = Sap Gehalte Riet
Merupakan suatu angka yang menunjukkan jumlah nira tebu yang berhasil diperah oleh stasiun gilingan (nira tebu % tebu).
Yang mempengaruhi KNT antara lain :

1. Mutu tebu, jenis tebu, kadar sabut

2. Umur tebu : makin tua makin rendah
3. Kesegaran tebu
4. Kebersihan tebu
5. Mutu tebangan
6. Kotoran-kotoran tanah
7. Timbangan tebu dan nira
8. Timbangan air imbibisi. Read the rest of this entry »

Oleh :
Dr. Toto Martoyo
Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI)
Jl. Pahlawan No 25 Pasuruan 67126
email : toto.martoyo@yahoo.co.id

Akhir-akhir ini marak kembali keinginan pihak “petani” untuk mendirikan Pabrik Gula Mini (PGM) yang hal ini dipicu oleh harga gula pasir yang sedang bagus dan rendemen Pabrik Gula yang tidak beranjak dari angka 6-7%. Di samping itu adanya informasi keberhasilan Pabrik Gula Mini yang telah dibangun dan dioperasikan di beberapa lokasi turut menambah semakin maraknya keinginan membangun Pabrik Gula Mini.

Menanggapi hal tersebut kita harus hati-hati tidak serta merta pro atau kontra. Kita memandangnya harus rasional dan dengan wawasan yang global. Dari pengamatan tampaknya pengertian Pabrik Gula Mini adalah pabrik gula yang berkapasitas < 250 TTH dengan sistem closed pan. Kalau produk yang dikehendaki Gula Kristal Putih (GKP) maka Pabrik Gula Mini harus terdiri minimal dari Stasiun Gilingan, Stasiun Pemurnian Nira, Stasiun Penguapan, Stasiun Masakan/Kristalisasi, Stasiun Pemisahan Kristal dan Stasiun Pengeringan Gula. Teknologi yang digunakan untuk stasiun tersebut belum tentu sama dengan yang digunakan di Pabrik Gula besar, yang penting harus sesuai dengan karakteristik Pabrik Gula Mini yaitu fleksibel dan manual. Permasalahan utama yang dihadapi dalam pengoperasian Pabrik Gula Mini adalah Efisiensi Pengolahan dan Energi. Read the rest of this entry »