Posts Tagged ‘CINTA’
TUHAN…
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama yang tak pernah berakhir
TUHAN…
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukan aku kepada yang rindu cinta sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadapMu semakin menjadi
TUHAN…
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu
TUHAN…
Ketika aku sedang jatuh cinta
jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kaucintai sangat berarti
Tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah segalanya…..
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa ibu menangis?” Ibunya menjawab, “sebab Ibu adalah seorang wanita nak.” “Aku tak mengerti.” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya dengan erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti…..”
Kemudian anak itu bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?” Sang Ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa alasan.” Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Allah. “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”
Dalam mimpinya Tuhan menjawab.
“Saat kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tidur. Read the rest of this entry »
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda abstrak. Ada CINTA, KECANTIKAN, KEKAYAAN, KEGEMBIRAAN, dsb…
Suatu ketika datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat menyelematkan diri. Cinta sangat bingung karena tidak bsa berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencari pertolongan.
Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu. “KEKAYAAN! Tolong aku!” teriak CINTA. “Aduh!” Maaf CINTA!” kata KEKAYAAN, “perahuku telah penuh denganmu harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta,nanti perahuku tenggelam.”
Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya. “KEGEMBIRAAN! Tolong aku!” teriak cinta. Namun KEGEMBIRAAN terlalu gembira mendapatkan perahu sehingga tidak mendengar teriakan CINTA.
Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA makin panik. Tak lama lewatlah KECANTIKAN. “KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!”, teriak CINTA. “Wah, Cinta kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini.” sahut KECANTIKAN.
CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia menangis, dan saat itu lewatlah KESEDIHAN. “Oh KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu!”, kata CINTA. “Maaf Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..” kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasa air semakin naik dan menenggelamkannya. Pada saat itu terdengar suara, “CINTA! mari cepat naik perahuku!” CINTA menoleh kearah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Di pulau terdekat orang tua itu menurunkan CINTA dan pergi lagi. CINTA baru sadar bahwa ia tidak mengetahui siapa orang tua itu. CINTA lalu menanyakan pada penduduk di pulau itu, siapa gerangan namanya. “Oh orang tua tadi, dia adalah WAKTU.” kata orang itu. “Tapi mengapa ia menyelematkanku? aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku.” tanya CINTA heran. “SEBAB KATA ORANG ITU, HANYA WAKTU LAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU…..”
