Posts Tagged ‘Beton’
Korosi tulangan pada beton adalah sebuah proses elektrokimia. Sel korosi terbentuk karena perbedaan konsentrasi ion dan gas disekitar logam. Secara normal, baja tulangan akan mempunyai lapisan film tipis FeO.OH pada permukaannya yang akan membuat baja pasif terhadap proses korosi. Film protektif ini akan stabil pada lingkungan alkali dari semen portland yang dihidrasi, biasanya mempunyai pH > 13. Pasivitas film akan rusak dengan penurunan alkalinitas hingga dibawah pH 11 atau karena keberadaan ion klorida. Pada beton yang permeable (dapat ditembus air) karbonasi sering bertanggung jawab pada penurunan pH. (Bromfield, 1997)
Pada proses korosi terjadi reaksi antara ion-ion dan juga antar elektron. Anode adalah bagian dari permukaan logam dimana metal akan larut. Reaksinya :
Dengan kata lain ion-ion besi Fe++ akan melarut dan elektron-elektron e- tetap tinggal pada logam. Katode adalah bagian permukaan logam dimana elektron-elektron 4e- yang tertinggal akan menuju kesana (oleh logam) dan bereaksi dengan O2 dan H2O.
Ion-ion 4 OH- di anode bergabung dengan ion 2 Fe++ dan membentuk 2 Fe(OH)2. Oleh kehadiran zat asam dan air maka terbentuk karat Fe2O3. Karat mempunyai volume sekitar enam kali lebih besar dibandingkan bahannya semula. Apabila baja beton yang berada dalam beton berkarat oleh pembesaran volume akan muncul tegangan didalam beton yang mengakibatkan peretakan. (Sagel, 1997)
Korosi Tulangan Akibat pengkarbonatan
Beton mengandung kadar alkali yang tinggi dengan pH 12 sampai 13. Oleh karena pengaruh zat asam dan air, pada mulanya timbul korosi tetapi lapisan oksida menjadi sangat rapat karena pH yang sangat tinggi disekitar beton, sehingga proses korosi pun berhenti. Pada beton dengan pH < 9 terbentuk lapisan oksida yang kurang rapat pada baja, sehingga proses korosi dapat terus berlangsung.
Oleh pengaruh masuknya zat CO2 dari udara kedalam beton nilai pH menurun. Kapur-udara diikat dengan CO2 dan membentuk kalsium karbonat :
Kecepatan dari CO2 untuk masuk kedalam beton tergantung dari permeabilitas (porositas) beton. Bila permukaan pengkarbonatan (pH<9) telah mencapai lingkungan tulangan, asalkan terdapat air dan CO2 maka dapat terjadi korosi.
(Broomfield, 2000).
Dalam praktek sering dianggap bahwa bila struktur beton yang terbuka terhadap cuaca dan angin akan menyebabkan pengkarbonatan permukaan yang akan mencapai tulangan dan korosi tulangan terjadi. Apabila tulangan berada di lingkungan kering, terjadi juga pengkarbonatan tetapi tanpa pembentukan karat. Read the rest of this entry »
Oleh :
Risvan Kuswurjanto
Amin Hidayat
Jurusan Teknik Kimia
ITS Surabaya 2003
ABSTRAK
Beton merupakan bahan konstruksi yang paling banyak digunakan karena kekuatannya dan ekonomis. Ion klorida yang terdapat di lingkungan dapat menyebabkan kerusakan dini pada beton. Kerusakan ini terjadi karena ion klorida menyerang baja tulangan beton sehingga terkorosi. Untuk itu dipelajari suatu cara untuk mencegah proses korosi yang terjadi pada beton. Dalam penelitian ini akan dilakukan pencegahan korosi dengan proteksi katodik secara impressed current.
Penelitian ini dilakukan dengan pemaparan spesimen beton bertulang di laboratorium dengan beberapa variasi komposisi beton bertulang, kondisi lingkungan yang meliputi kadar ion klorida dan posisi anoda dalam beton dengan standart kontrol perlindungan depolarisasi 100mv. Setelah dilakukan proteksi, lalu mengukur laju korosi besi tulangan dengan metode Elechtrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) pengukuran ini dilakukan setiap 5 hari sekali. Selanjutnya hasil pengukuran dianalisa untuk mengetahui laju korosinya.
Dari penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa resistansi dari beton dipengaruhi oleh kondisi dari lingkungan dan komposisi nya. Semakin tinggi konsentrasi larutan NaCl maka resistansi beton semakin rendah sehingga lebih reaktif. Beton dengan komposisi 1:2 mempunyai resistasni lebih tinggi daripada komposisi 1:4.
Kata kunci : beton; elechtrochemical impedance spectroscopy;korosi; proteksi katodik Read the rest of this entry »

