ANALISA RENDEMEN INDIVIDU MENGGUNAKAN NEAR INFRARED SPECTROSCOPY (NIRS)

Pemerintah telah mencanangkan program swasembada gula pada tahun 2014 untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pada kenyataannya program tersebut belum bisa tercapai, dimana saat ini Indonesia masih menjadi importer gula. Usaha untuk meningkatkan produksi gula adalah dengan meningkatkan rendemen rata-rata nasional. Pengukuran rendemen yang adil dan akurat dapat meningkatkan kepercayaan petani kepada pabrik gula, selanjutnya dapat meningkatkan gairah petani tebu dalam mengirimkan tebu berkualitas yang berdampak pada naiknya nilai rendemen. Penggunaan Near Infrared Spectroscopy (NIRS) untuk analisa rendemen dapat mempercepat waktu analisa menjadi 1 menit per contoh. Selain itu NIRS dapat digunakan secara otomatis dan contoh nira tanpa diberi perlakuan, sehingga mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh manusia. Penelitian dilakukan di salah satu pabrik gula di Jawa Timur. Bahan yang digunakan adalah nira perahan pertama (NPP). Alat yang digunakan adalah NIR FOSS RLA yang dilengkapi dengan software VISION. Contoh NPP dianalisa kadar brix dan pol secara berpasangan menggunakan metode konvensional dan NIR. Data analisa brix dan pol metode konvensional diinputkan kedalam software yang kemudian diolah lebih lanjut dengan perlakukan statistik menggunakan metode partial least square (PLS). Hasil percobaan dengan 974 contoh NPP menghasilkan koefisien determinasi (R2) untuk %brix dan %pol berturut-turut 0,9454 dan 0,9569 dengan SEC, SECV dan SEP masing-masing ? 2SEL. Model regresi diaplikasikan untuk 80 contoh NPP, dihasilkan nilai rerata %brix dan %pol untuk metode NIR (17,77% dan 14,07%) tidak berbeda dengan metode konvensional (17,70 dan 14,08 %). Apabila diaplikasikan untuk menghitung rendemen individu, nilai rerata rendemen metode NIR (8,56 %) tidak berbeda dengan metode konvensional (8,59%).

Kata kunci: NIRS, brix, pol, rendemen, Analisa Rendemen Individu

Share

Anomali Iklim 2013

RUMUSAN DISKUSI TERBATAS
PUSAT PENELITIAN PERKEBUNAN GULA INDONESIA (P3GI)
SURABAYA, 24 SEPTEMBER 2013

“ANOMALI IKLIM 2013: DAMPAK TERHADAP PENURUNAN PRODUKSI GULA DAN UPAYA ANTISIPASINYA”

Anomali Iklim
Perubahan iklim yang ditandai hujan berkepanjangan terjadi ketika sebagian besar Pabrik Gula (PG) memulai giling pada Juni 2013. Hujan bahkan terus berlanjut hingga pertengahan Agustus, sehingga sangat merugikan petani tebu dan PG. Dalam kedaan normal, memasuki awal giling tebu biasanya hujan sudah reda dan kemarau mulai tiba.
Anomali hujan selama musim giling tebu bukan kali ini saja terjadi. Hal serupa pernah dialami pada 2010. Dampaknya tidak hanya terhadap penurunan produksi gula tahun berjalan, tetapi berlanjut pada tahun berikutnya. Pada 2010 produksi gula sebanyak 2,28 juta ton dan 2011 sekitar 2,26 juta ton. Tebu yang tidak bisa ditebang tepat waktu dan sulit dirawat selama hujan pada tahun berjalan bisa menurunkan hasil gula tahun berikutnya.
Siklus anomali iklim tampaknya makin pendek. Bila sebelumnya musim hujan panjang terjadi 1998 kemudian berulang 2010 atau 12 tahun kemudian, kini pengulangan hanya dalam kurun 3 tahun.
Perubahan iklim di wilayah Indonesia tidak bisa diramalkan secara tepat jauh sebelumnya, karena sirkulasi atmosfer regional yang sangat dinamis dan penuh ketidak pastian. Pada Pebruari 2013, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) memprediksikan kemarau berjalan normal. Namun akhir Mei prediksi BMKG direvisi dengan perkiraan hujan akan turun hingga Agustus. Minggu lalu BMKG memperkirakan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan lebih maju dibandingkan rata-rata periode 30 tahun terakhir atau kurun 1981-2010.
Informasi diatas membuat petani tebu dan PG sulit melakukan antisipasi dengan baik. Kemarau yang kini mulai berlangsung sebenarnya diharapkan bisa lebih panjang, supaya giling tebu berjalan optimal. Saat ini pun recovery tebu belum mulai tampak. Tebu yang digiling masih terimbas hujan abnormal yang turun sebelumnya. Setidaknya masih perlu beberapa minggu lagi agar rendemen kembali naik dan giling PG berjalan normal.
Dalam rangka memperkirakan kondisi iklim pada sisa musim giling tahun ini, serta antisipasinya agar tidak berdampak besar terhadap penurunan produksi gula tahun depan, pada tanggal 24 September 2013 di Surabaya, Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) mengadakan Diskusi Terbatas dengan topik “Anomali Iklim 2013: Dampaknya terhadap Penurunan Produksi Gula dan Antisipasinya”.
Diskusi dihadiri oleh sekitar 40 orang peserta, yang terdiri dari peneliti dan pemerhati gula, ahli iklim pertanian, pejabat pemerintah, serta para praktisi pergulaan. Read the rest of this entry »

Share

Pertemuan Teknis P3GI 5 Desember 2012

 

 

PERTEMUAN TEKNIS P3GI, 5 DESEMBER 2012

Tema :

“Berbagi Pengalaman dalam Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi untuk Kemajuan Industri Gula Nasional”

SIDANG UTAMA DAN SIDANG SEKSI
Materi dalam Sidang Utama
1.Materi dari PTPN X: Peningkatan Kinerja PTPN X pada Musim Giling 2012
2.Materi dari PTPN XI: Peningkatan Rendemen PTPN XI di Tahun 2012
3.Materi dari P3GI: Revitalisasi On Farm Berbasis Penataan Varietas
(Ir. Eka Sugiyarta, MS.)
4.Materi dari PG Kebon Agung:Pengelolaan Limbah Pabrik Gula untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan (Ir. Didid Taurisianto)

Materi Sidang Seksi on farm:
– Single Bud Planting
– Peningkatan Produktivitas Tebu
Materi Sidang Seksi off farm:
– Analisa Rendemen Individu (ARI) Sistem Core Sampler dengan Konsep Yo Legine Yo Duduhe
– Efisiensi kinerja PG

MAKALAH DALAM PERTEMUAN TEKNIS :
– Panitia menerima makalah dari para peserta dengan lingkup materi seperti yang tercantum dalam Sidang Seksi.
– Makalah terdiri dari Pendahuluan, Metodologi (kalau ada), Hasil dan Pembahasan (atau Isi), Kesimpulan dan Daftar Pustaka.
– Abstrak diterima Panitia paling lambat tgl 9 Nopember 2012, dan makalah lengkap dikirimkan paling lambat tgl 25 Nopember 2012.

melalui panitia:
Etik M. Achadian Email:etik.achadian@gmail.com
Simping Yuliatun Email:simping7@gmail.com

 

BIAYA PENDAFTARAN
– Peserta yang akan mengikuti Seminar dapat mendaftarkan diri secara online ke riset_gula@yahoo.com atau dengan mengisi formulir dan dikirim lewat Fax ke 0343-421178

– Biaya Seminar dapat ditransfer melalui:
Bank Mandiri Cabang Pasuruan
Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia
No. Rekening: 144-00-9102436-1
– Konfirmasi pembayaran melalui transfer dapat dilakukan dengan mengirim pesan singkat atau mengirim bukti transfer kepada:
Rimasari Pratiwi
Hp : 085649400900
e-mail : call_me_rhima@yahoo.com

Share

LOWONGAN PEKERJAAN DI P3GI

PUSAT PENELITIAN PERKEBUNAN GULA INDONESIA

(P3GI) MEMBUKA KESEMPATAN KEPADA ALUMNI LULUSAN TAHUN 2006 KEATAS MENJADI TENAGA PENELITI DENGAN PERSYARATAN SEBAGAI BERIKUT :

1. USIA MAKSIMUM 35 TAHUN

2. INDEKS PRESTASI KUMULATIF MINIMAL 3.00

3. LULUSAN:

  • TEKNIK KIMIA (diutamakan pria)
  • TEKNIK MESIN (diutamakan pria)
  • AGRONOMI
  • PEMULIAAN TANAMAN
  • TANAH I AGROKLIMAT
  • TEKNIK PERTANIAN I MEKANISASI
  • SOSIAL EKONOMI

 

BAGI YANG BERMINAT DAPAT MENYAMPAIKAN LAMARANNYA DIALAMATKAN KE

BAGIAN ORTALA

PUSAT PENELITIAN PERKEBUNAN GULA INDONESIA

JL. PAHLAWAN 25 PASURUAN 67126

Atau

Email : riset_gula@yahoo.com

 

LAMARAN DITUNGGU PALING LAMBAT AKHIR AGUSTUS  2012.

 

Share
Saran, Kritik, Ngobrol

Categories
Tweet
Sugar Research Fan Page