Archive for the ‘Tebu’ Category

Tebu biasanya ditanam pada waktu cukup tersedia air (irigasi) atau awal musim hujan sedankan dipanen pada waktu tebu sudah mencapai kemasakan yaitu pada musim kering. Di daerah yang beririgasi pada saat mendekati musim panen, pertumbuhan dapat ditekan dan kadar sukrosa ditingkatkan dengan menghentikan pemupukan N dan air.

Kemasakan adalah proses dari ruas ke ruas dan derajat kemasakan dari masing-masing ruas tergantung daripada umur tebu. Hal ini artinya bahwa pada tebu yang belum masak (tebu muda) kadar gula dari ruas bawah dan ruas atas semakin kecil, dan pada saat kemasakan optimal maka perbedaan kadar gula antara ruas atas dengan ruas bawah semakin tidak nampak, kecuali pada bagian pucuk dan ujung batang dibawah tanah. Rendahnya kadar gula pada bagian pucuk karena ruas pada bagian ini masih belum terbentuk sepenuhnya, sedangkan rendahnya kadar gula pada bagian ujung bawah tanah disebabkan oleh kadar kadar sabut yang tinggi.

Proses kemasakan tebu tersebut dapat dicirikan ( Djojosoewardo) dalam 4 hal sebagai berikut :

1. Pada saat tebu masih muda maka setiap bagian ruas akan bertambah kadar gulanya sejalan dengan umur tanaman.

2. Dengan bertambahnya umur tanaman maka perbedaan, peningkatan kadar gula di antara bagian batang tebu semakin mengecil. Hal ini disebabkan karena peningkatan kadar gula pada bagian batang yang di bawah tidak lagi secepat bagian batang yang di atas.

3. Pada saat tebu mencapai kemasakan maksimal, maka kadar gula batang bagian bawah tidak bertambah lagi. Sedangkan kadar gula batang bagian atas hampir sama dengan batang bagian bawah.

4. Pada tebu yang telah kelewat masak , maka batang bagian bawah mulai menurun kadar gulanya kemudian diikuti oleh batang bagian yang lebih atas ,tetapi dengan kecepatan penurunan yang lebih rendah.

Pada tebu yang kelewat masak, maka batang bagian bawah mulai menurun kadar gulanya kemudian diikuti oleh batang bagian atas, tetapi dengan kecepatan penurunan yang lebih rendah. Read the rest of this entry »