Archive for the ‘Produk’ Category

Laboratorium Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia ( LAB - P3GI)
Jl. Pahlawan 25 Pasuruan 67126
Telp. 0343 - 421086 ext 163

e mail : risvanp3gi@gmail.com ; lindam_07@yahoo.com

Laboratorium P3GI merupakan laboratorium yang khusus melayani pengujian mutu gula, tetes dan bahan pembantu proses pembuatan gula seperti belerang, kapur tohor, flokulan dan lain-lain. Dengan teknisi dan analis yang berpengalaman dalam melakukanan analisis mutu gula serta peralatan modern, Laboratorium P3GI akan memberikan hasil yang memuaskan bagi para klien dan customer. Hubungan dengan laboratorium penguji lain dan lembaga internasional seperti ICUMSA (International Commision for Uniform Method of Sugar Analysis) dilakukan untuk menjaga agar metode analisa selalu up to date.

Pada era globalisasi persaingan di segala bidang semakin ketat, termasuk persaingan dalam bidang pengujian mutu. Seiring dengan hal tersebut pada saat ini (tahun 2010) Laboratorium P3GI sedang dalam proses untuk mengajukan proses akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional (KAN). Read the rest of this entry »

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

Jl. Pahlawan 25 Pasuruan - 67126, telp 0343 - 421086

email : info@sugarresearch.org

03122009221Kristalisasi adalah salah satu langkah dalam rangkaian proses pabrik gula yang mengubah bentuk gula (sukrosa) dari larutan menjadi bentuk kristal, serta memisahkan kotoran yang masih terkandung di dalam larutan. Pekerjaan masak (kristalisasi) di pabrik gula merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam usaha membuat gula pasir yang merupakan hasil utama dari pabrik gula. Pada saat ini kebanyakan pabrik gula di Indonesia masih menggunakan serbuk bubuk halus ball mill untuk pembentukan inti kristal. Pembentukan inti kristal dalam proses kristalisasi dapat dilakukan secara alamiah atau spontan, secara kejutan dan secara induksi. Cara spontan dilakukan pada kondisi supersaturasi diatas 1.3 atau di daerah labil, cara kejutan pada kondisi supersaturasi 1.2 – 1.3 di daerah intermediate dan cara induksi pada kondisi supersaturasi diatas 1 dan dibawah 1.2 atau di daerah metastabil.

Pada prosiding ISSCT XX di Bangkok tahun 1992 dan International Sugar Journal tahun 1993, dikemukakan bahwa penggunaan 8 – 12 ml/m3 suspensi SOUW (Solvent Organic Ultrasonic Wave) pada masakan A dan B dapat menurunkan warna gula, sehingga gula lebih jernih, kristal lebih seragam dan konglomerat lebih sedikit dibandingkan dengan bibit dari serbuk. Demikian juga dengan tiga cara pemasiran lainnya, yaitu dengan kejutan udara, serbuk gula (ball mill) dan gelombang suara (UV). Produk untuk bibit masakan ini berupa FCS dengan viskositas 200 – 400 cp yang dibuat dengan cara ”pengusiran garam” pada pencampuran cepat. FCS boleh dikatakan sama dengan SOUW, akan tetapi FCS kristalnya lebih individual (lepas). Read the rest of this entry »