Archive for the ‘Poem’ Category

Sebelas bulan kita kejar dunia
kita umbar napsu angkara
Sebulan penuh kita gelar puasa
kita bakar segala dosa
Sebelas bulan kita sebar dengki dan prasangka
Sebulan penuh kita tebar kasih sayang sesama
Dua belas bulan kita berinteraksi penuh salah dan khilaf
Di hari suci nan fitri ini, kita cuci hati, kita buka pintu maaf

Selamat Idul Fitri 1429 H,

MOHON MA’AF LAHIR DAN BATIN


Oh Tuhan!!
Aku telah menemukan cinta!

Betapa mengagumkannya!
Betapa luhurnya!
Beta indahnya cinta itu!

Tubuhku hangat
oleh panasnya
cinta ini

Betapa rahasia
Betapa mendalam!
Betapa terang cinta ini!

Kuberikan penghormatanku
pada bintang gemintang dan rembulan
Kuberikan penghormatanku
pada roh gairah
yang menggetarkan dan membangkitkan
gairah alam ini beserta isinya

Aku telah tersungkur
tanpa mampu bangkit
Jebakan macam apa ini?
Rantai apa yang telah membelenggu tangan dan kakiku

Sungguh aneh
dan amatlah menakjubkan
ketakberdayaanku yang tercinta ini

Diamlah
jangan membuka rahasia
cintaku yang mulia

( RUMI )

Kala Fajar Kebahagiaan merekah
kau beri aku tiga ciuman
hinga aku akan bangkit
sampai saat cinta tiba

Kucoba untuk mengenang dalam hatiku
apa yang telah kuimpikan
sepanjang malam
sebelum aku menyadari
akan pagi ini
dari kehidupanku


Kutemukan mimpi-mimpiku
namun rembulan membawaku pergi jauh
Ia menerbangkanku ke cakrawala
dan menahanku disana
Kulihat hatiku terjatuh
di jalanmu
sambil menyanyikan sebuah lagu

Antara cintaku dan hatiku
Segalanya terjadi dengan pelan,pelan
membuatku ingat semuanya


Kaubangunkan aku dengan sentuhanmu
meski tak dapat kulihat kedua tanganmu
Kau telah menciumku dengan kelembutan
walau tak pernah kulihat bibirmu
Kau tersembunyi dariku

Tapi engkaulah yang menjadikanku tetap hidup
Mungkin saatnya akan tiba
bila kau lelah dengan ciuman-ciumanmu
Aku akan merasa bahagia
bahkan untuk penghinaanmu padaku
Aku hanya memohon kepadamu
tuk sisakan perhatian
untukku

( RUMI )

Cinta adalah sang pembawa pesan
dari misteri untuk mengisahkan hal ihwal pada kita

Cinta sang bunda
Kitalah anak-anaknya

Ia bersinar dalam diri kita
kadang tampak kadang tidak
selama kita percaya
atau kehilangan kepercayaan, atau merasakannya
mulai tumbuh kembali

Dalam cahayamu kupelajari bagaimana mencintai
dalam keindahanmu kupelajari
bagaimana menulis puisi

Kau berdansa dalam dadaku
dimana tak seorangpun melihatmu

tetapi terkadang aku dapat melihatmu, dan
pandangan itu menjelma menjadi seni ini

Jika aku mencintaiku diriku
Aku mencintaimu
Jika Aku mencintaimu
Aku mencintai diriku

( RUMI )