Archive for the ‘Chemistry’ Category

Nira dari tebu yang mempunyai suasana asam merupakan tempat optimal bagi berkembangnya mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme dapat mengganggu proses pengolahan, selain itu juga dapat menyebabkan kehilangan gula pada proses. Secara garis besar mikroorganisme pada proses pengolahan gula dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Bakteri, yaitu organisme sel tunggal. Aerobic thermophillic bacteria dapat hidup pada suhu 45 – 60 0C. Aerobic mesophilic bacteria dapat bertahan hidup pada suhu 20 – 45 0C. Selain itu bakteri lainnya dapat hidup sampai suhu 100 0C.

  2. Yeast, merupakan jamur yang berbentuk oval, tabung dan tipis dengan ukuran sel sebesar 10 mikron. Ragi dapat hidup dengan kondisi oksigen minimum dan larutan dengan konsentrasi gula tinggi. Beberapa dapat tumbuh pada kondisi brix 65. banyak spesies dari ragi yang dapat memproduksi enzim khususnya enzim invertase yang menyebabkan reaksi inverse sukrosa.

  3. Kapang yang berbentuk parasit dengan ukuran 10 mikron sampai 1 mm. Untuk tumbuh jamur membutuhkan oksigen dan suhu sekitar 25 – 30 0C. Read the rest of this entry »

Hidrolisis adalah suatu proses kimia yang menggunakan H2O sebagai pemecah suatu persenyawaan termasuk inversi gula, saponifikasi lemak dan ester, pemecahan protein dan reaksi Grignard. H2O sebagai zat pereaksi dalam pengertian luas termasuk larutan asam dan basa (dalam senyawa organik, hidrólisis, netralisasi).

Jenis-jenis hidrólisis ada lima macam, yaitu :

1. Hidrolisis Murni

Direaksikan dengan H2O saja, reaksi lambat sehingga jarang digunakan dalam industri (tidak komersial). Hanya untuk senyawa-senyawa yang reaktif. Reaksi dapat dipercepat dengan menggunakan H2O uap.

Contoh :

2. Hidrolisis dalam Larutan Asam

Asam encer atau pekat misal HCl, H2SO4 (asam lain mahal). Biasanya berfungsi sebagai katalisator. Pada asam encer, pada umumnya kecepatan reaksi sebanding dengan konsentrasi H+ menjadi [H+]. Sifat ini tidak berlaku pada asam pekat. Pemakain H2SO4 lebih disukai karena HCl korosif.
Contoh :

3. Hidrolisis dalam Larutan Basa

Basa encer atau pekat seperti NaOH, KOH. Penggunaan basa terbatas karena hasil akhir adalah garam bukan asam.
Contoh :

Read the rest of this entry »