Archive for the ‘Analisa Gula’ Category

KALIBRASI NEAR INFRARED SPECTROSCOPY (NIRS) UNTUK ANALISA KUALITAS GULA KRISTAL PUTIH

Analisa potensi penggunaan Near Infrared Spectroscopy (NIR) untuk analisa kualitas gula kristal putih (GKP) telah dilakukan di Laboratorium Jasa P3GI. Untuk kalibrasi dan validasi NIR, digunakan 131 contoh GKP yang dikirimkan oleh pabrik gula pada musim giling 2015. Peralatan yang digunakan adalah FOSS NIR XDS RCA untuk contoh padat yang dilengkapi software VISION untuk pengolahan data secara statistik. Parameter yang dianalisa adalah polarisasi, warna icumsa, warna kristal, kadar abu dan kadar belerang. Contoh GKP ditimbang sekitar 50 g, dimasukkan wadah contoh dengan penutup warna hitam kemudian di scan menggunakan NIR, selanjutnya hasil analisa laboratorium secara konvensional di masukkan sesuai dengan identitas contoh GKP secara berpasangan. Pre treatment dilakukan dengan memisahkan data independen untuk prediksi dan secara otomatis data yang tidak sesuai dimasukkan dalam outlier. Kalibrasi menggunakan metode partial least square (PLS) menghasilkan koefisien determinasi (R2) untuk masing-masing parameter adalah :  0,814; 0,923; 0,858; 0,799 dan 0,781. Hasil tersebut mempunyai potensi untuk di aplikasikan dalam analisa kualitas gula di pabrik secara cepat.

Kata kunci : NIR, gula kristal putih, SNI GKP, warna icumsa, pol, kalibrasi

Share

Pengertian, pol, brix dan HK dalam Analisa Gula

Dalam industri gula dikenal istilah-istilah pol, brix dan HK (hasil bagi kemurnian). Istilah-istilah ini terdapat analisa gula, baik dari nira sampai menjadi gula kristal. Tebu yang bersih terdiri dari air (73 – 76 %),  zat padat terlarut (10 – 16 %), sabut (11 – 16 %). Setelah tebu dicacah dan diperah di gilingan menghasilkan nira dan ampas. Nira tebu pada dasarnya terdiri dari dua zat, yaitu zat padat terlarut  dan air. Zat padat yang terlarut ini terdiri dari dua zat lagi yaitu gula dan bukan gula.

 

Zat padat terlatut atau biasa disebut dengan brix mengandung gula, pati, garam-garam dan zat organik. Baik buruknya kualitas nira tergantung dari banyaknya jumlah gula yang terdapat dalam nira. Untuk mengetahui banyaknya gula yang terkandung dalam gula lazim dilakukan analisa brix dan pol. Kadar pol menunjukkan resultante dari gula (sukrosa dan gula reduksi) yang terdapat dalam nira.

DERAJAT  BRIX
brix adalah jumlah zat padat semu yang larut (dalam gr) setiap 100 gr larutan. Jadi misalnya brix nira = 16, artinya bahwa dari 100 gram nira, 16 gram merupakan zat padat terlarut dan 84 gram adalah air. Untuk mengetahui banyaknya zat padat yang terlarut dalam larutan (brix) diperlukan suatu alat ukur. Read the rest of this entry »

Share
Saran, Kritik, Ngobrol

Categories
Tweet
Sugar Research Fan Page