Pengendalian Warna Gula : Kontrol Kualitas Bahan Baku

Salah satu upaya untuk memperoleh warna gula yang bagus adalah dengan input warna bahan baku seminimal mungkin. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pemilihan varietas dan optimalisasi tebang, muat angkut (TMA) untuk memperoleh tebu yang MBS. Telah banyak studi yang dilakukan bahwa kadar kotoran tebu dapat meningkatkan warna nira. Pada Tabel 1 menunjukkan upaya yang dilakukan oleh PG di Pakistan dalam mereduksi warna nira sehingga akhirnya juga dapat menurunkan warna gula produk.

Tabel 1. Warna Nira Perahan Pertama di Mirpurkhas Sugar Mill Pakistan Pada Berabagai Kondisi Tebu

Uraian Hasil
Musim Giling 2006 – 2008 2012-2014
Kadar Kotoran 3 – 5 % < 1 %
Tebu Terbakar 0,4 % 0,08 %
Tebu Muda 2 – 4 % < 1 %
Kadar Dekstran NPP 9.000 ppm 4.000 ppm
Warna NPP (IU) 17.220 14.035

 

Tabel 1 menunjukkan bahwa upaya untuk menekan kadar kotoran tebu, tebu terbakar dan tebu muda dapat menurunkan warna nira mentah yang masuk ke pabrik. Smith (1990) menyatakan bahwa “Sudah menjadi trend bahwa warna nira pada awal dan akhir giling adalah yang tertinggi dan terendah adalah pada pertengahan giling dimana kualitas tebu pada kondisi terbaik. Hal ini mengkonfirmasikan bahwa warna yang disebabkan oleh varietas tebu memegang peranan dalam pembentukan warna dalam proses”.

Sebagai awal dalam kontrol warna di PG maka perlu dipertimbangkan hal sebagai berikut :

  • Varietas dan Kemasakan Tebu optimal
  • Kondisi Iklim
  • Budidaya tebu yang optimal (penggunaan pupuk nitrogen sesuai kebutuhan) karena semakin banyak nitrogen maka kandungan asam amino semakin tinggi.
  • Tebang muat angkut optimal terutama mengurangi kewayuan tebu
  • Mengurangi jumlah kadar kotoran.

Leave a Reply

Saran, Kritik, Ngobrol

Tweet
Sugar Research Fan Page