Bahan Penjernih Ramah Lingkungan untuk Analisa pol

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (PPPGI)
Jl. Pahlawan 25 Pasuruan 67126, Telp : 0343 – 421086 (ext 163)

Pengukuran pol dan nira atau produk gula yang lain dengan polarimeter memerlukan syarat antara lain adalah larutan filtrat yang diukur harus jernih dan tidak berwarna gelap. Persyaratan ini akan lebih ketat lagi untuk polarimeter visual yang mengandalkan mata pengukurnya.

Larutan Timbal Asetat (TA) telah digunakan lebih dari satu abad yang lalu hingga kini untuk bahan penjernih Dibandingkan dengan bahan penjernih dari garam-garam logam lain kualitas penjernih TA lebih unggul (Browne and Zerban,1941) namun mengingat TA adalah logam yang bersifat racun kuat, penggunaannya untuk bahan penjernih mulai dipertanyakan (ICUMSA, 1990).

Pabrik gula di Indonesia seperti beberapa pabrik gula tebu di negara lain masih menggunakan TA sebagai bahan penjernih untuk analisis pol. Kalau dihitung, untuk analisis pol dalam pengawasan pabrikasi, untuk pabrik gula yang berkapasitas 4000 TCD diperlukan tidak kurang dari 100 kg TA per musim giling. Dapat dibayangkan untuk pabrik gula seluruh Indonesia, khususnya di Jawa, diperkirakan sekitar 5 ton TA  per tahun dibuang sebagai limbah analisis pol, atau sekitar 500 ton TA tersebar di perut bumi Pulau Jawa selama seabad ini.

Dengan semakin meningkatnya pengawasan pencemaran lingkungan, hal tersebut di atas merupakan sesuatu yang harus diwaspadai. Salah satu upaya untuk mengantisipasi permasalahan pencemaran yang akan timbul adalah menyediakan bahan penjernih alternatif yang tidak beracun. Usaha untuk mengganti TA sebagai bahan penjernih telah dilakukan  (Lew, 1986; Chou, 1988; Winstroom and Elsen, 1988; Clarke and Bourgeois, 1990; ICUMSA, 1990;  Martoyo dan Santoso, 1992a, 1992b; 1995, 1997; Martoyo et al, 1994; Santoso dan Martoyo, 2000, 2001). Tampaknya garam aluminium paling banyak digunakan dan memberikan harapan. Bahkan untuk pabrik gula beet, penjernih aluminium telah direkomendasikan (tentative) oleh ICUMSA. Sedangkan untuk pabrik gula tebu masih dalam taraf penelitian.

Penjernih nira tebu dengan penjernih aluminium yang dilaporkan oleh ICUMSA (1990) dan Legendre & Clarke (1991) menghasilkan angka pol yang tidak begitu berbeda tetapi selalu sedikit lebih rendah. Kecepatan filtrasi lebih lambat dan warna filtrat lebih tinggi daripada hasil penjernihan dengan TA. Di samping itu penambahan Ca(OH)2 dalam bentuk susu yang sulit diukur dengan tepat. Padahal ketepatan komposisi bahan penjernih berpengaruh besar terhadap kualitas penjernihan (Martoyo dan Santoso, 1992a, 1992b; 1995, 1997; Martoyo et al, 1994; Santoso dan Martoyo, 2000, 2001).

Sebagai upaya untuk mengantisipasi kemungkinan penggantian TA sebagai bahan penjernih untuk analisis pol dalam pengawasan pabrikasi di pabrik gula, berikut diperkenalkan bahan penjernih alternatif yang berwawasan lingkungan, aman terhadap lingkungan.yang merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Martoyo dan Santoso (1992a, 1992b; 1995, 1997), Martoyo et al (1994); Santoso dan Martoyo (2000, 2001).baik di laboratorium P3GI maupun di pabrik gula.

Macam Penjernih Alternatif

Penjernih Alternatif Formula 1 (FORM A dan FORM B)

Bahan Penjernih Form A dan Form B

Deskripsi
Bahan penjernih alternatif formula 1 terdiri dari dua macam bahan (FORM A dan  FORM B) yang digunakan sebagai “bahan penjernih” dalam analisis pol (kadar gula) nira atau produk gula lain. Kedua bahan tersebut diberikan secara “in situ” ke dalam nira, masing-masing dalam bentuk larutan pada konsentrasi dan volume tertentu dengan tidak mengubah cara penjernihan yang berlaku selama ini di pabrik gula.

Kemampuan

Pol merupakan resultan dari kadar sukrosa, gula glukosa dan gula fruktosa. Dibanding penjernih Timbal Asetat (TA) maka penjernih formula 1  ini tidak mengendapkan gula fruktosa yang ada dalam nira atau produk gula lain, sehingga pembacaan pol yang ditunjukkan sesuai dengan kenyataan pol yang ada dalam nira. Bahan penjernih ini adalah bahan yang aman, tidak beracun dan tidak mencemari lingkungan.

Pengujian terhadap contoh gula murni (GKP I) yang sama dengan beberapa ulangan (duplikasi) menunjukkan bahwa antara pol standard, pol formula 1 dan pol TA tidak terdapat perbedaan yang berarti pada taraf 5 %. Namun rata-rata pol formula 1 lebih dekat dengan rata-rata pol standard daripada pol TA. Repeatability dari pol TA (rTA) = 0,402 lebih besar dari yang lain, rFormula 1 = 0,190 dan rStandard = 0,201. Kekeruhan filtrat TA (10,1 mg SiO2/L) lebih tinggi dari yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa untuk contoh gula murni penjernih formula 1 lebih cocok daripada penjernih TA

Penjernih Alternatif  Formula 2 (Penjernih Aman Lingkungan, PAL)   

Deskripsi
Bahan penjernih alternatif formula 2 terdiri dari dua macam bahan (PAL 1 dan  PAL 2) yang digunakan sebagai “bahan penjernih” dalam analisis pol (kadar gula) nira atau produk gula lain. Kedua bahan tersebut diberikan secara “in situ” ke dalam nira, masing-masing sebanyak 1,3 g PAL 1 dan 0,7 g PAL 2 untuk setiap 100 ml nira.

Cara aplikasi penjernihan dibedakan dalam 2 bentuk, yaitu PAL 1 / PAL 2 masing-masing berupa Larutan / Padatan dan berupa Padatan / Padatan. Untuk memudahkan aplikasi di lapang, khususnya untuk PAL 1 dan PAL 2 yang berbentuk padatan masing-masing dilengkapi dengan 1 sendok penakar khusus yang volumenya terukur sesuai dengan kebutuhan untuk analisis pol. PAL 1 bentuk larutan mengandung 1,3 g padatan PAL 1 setiap 10 ml larutan. Sendok penakar PAL 1 (untuk bentuk padatan) mempunyai volume setara dengan 0,65 g padatan PAL 1. Sedangkan sendok penakar PAL 2 mempunyai volume setara dengan 0,35 g padatan PAL 2.

Bahan Penjernih PAL 1 dan PAL 2

Kemampuan
Seperti halnya dengan penjernih formula 1, penjernih formula 2 ini tidak mengendapkan gula fruktosa yang ada dalam nira atau produk gula lain, sehingga pembacaan pol yang ditunjukkan sesuai dengan kenyataan pol yang ada dalam nira. Bahan penjernih ini adalah bahan yang aman, tidak beracun dan tidak mencemari lingkungan.

Daftar Pustaka

Browne, C. A and F. W. Zerban. 1941. Physical and Chemical Methods of Sugar Analysis. 3rd edition. John Willey & Sons.

Chou, C. C. 1988. Alternate Methods of Polarizing Sugar. Sugar Journal, Feb.

Clarke, S. J. and J. Bourgeois. 1990. A simple and Safe Replacement for Dry lead  Subacetate. ISJ 92, 1094, 35.

ICUMSA. 1990. Report of the Proc. of The Twentieth Session, 3-8 June: 92.

Legendre, B. and M. A. Clarke. 1991. Comparation of Clarification Reagents for Polarization Analysis of Sugarcane Juice. Proc. ASSCT: 75-81.

Lew, R. B. 1986. Replacement of lead by Aluminium Hydroxide for Clarification of beet  and samples. ISJ: 88, 1048, 68.

Martoyo, T. dan B. E. Santoso. 1992a. Garam Aluminium Sebagai Bahan Penjernih

Alternatif Untuk Analisis Pol Nira. Prosidng Seminar Sehari Analisis Gula Yang Aman dewngan Memperhatikan Kel;estarian Lingkungan: 1-9. P3GI Pasuruan.

Martoyo, T. dan B. E. Santoso. 1992b. Penggunaan bahan penjernih Garam Aluminium Untuk Analisis Pol Dalam Pengawasan Pabrikasi. Prosidng Seminar Sehari Analisis Gula Yang Aman dewngan Memperhatikan Kelestarian Lingkungan: 22-32. P3GI Pasuruan.

Martoyo, T. dan B. E. Santoso.. 1995. PSUT 94-2: Penjernih Alternatif Berwawasan Lingkungan Untuk Analisis Pol. Berita P3GI No. 12. Edisi Maret: 38-40. P3GI Pasuruan.

Martoyo, T. dan B. E. Santoso. 1997. Polialuminium Klorida Sebagai Bahan

Penjernih Pengganti Timbal Asetat Untuk Analisis Pol. Majalah Penelitian Gula Vol XXXIII (2-3)  Edisi Juni-September: 47-56. P3GI Pasuruan.

Martoyo, T., B. E. Santoso dan M. Mochtar. 1994. Bahan Penjernih Alternatif Untuk Analisis Pol Nira Dan Produk Alur Proses Di Pabrik Gula. Majalah Penelitian Gula Vol XXX (3/4) Edisi Desember: 1-5. P3GI Pasuruan.

Santoso, B. E. dan T. Martoyo. 2000. Analisis Pol Secara Polarimetris Dalam Nira Raw Sugar Dan Tetes Dengan Bahan Penjernih Aman Lingkungan (PAL). Laporan Teknis Intern. 37 halaman.

Santoso, B. E. dan T. Martoyo. 2001. Penggunaan Bahan Penjernih Aman  Lingkungan (PAL) Untuk Analisis Gula Dalam Tetes Secara Polarimetris. Prosiding Seminar Nasional Kimia III Institur Teknologi Sepuluih Nopember  (ITS)  Tanggal 21 Agustus 2001: MO66-MO73.

Winstrom and Olsen, B. 1988. Sugar Analysis without Lead-Determination of The Polarization of Sample From Beet Sugar Factory without Using Lead Salts Zuckerind: 113, 506.

Share

2 Responses to “Bahan Penjernih Ramah Lingkungan untuk Analisa pol”

  • danang:

    trimakasih ya tuhanselamaini saya bikin gula tebu selalu hitam mungkin denan ini kau memberi petunjuk bapak penulis yg terhormat biar produksi gula saya jadi bersih kuning bagaimana caranya dan dimana saya bisa mendapatkan cairan penjernih tolong bos kasih tau makasih sebelumnya dan minta no tlp nya bos

  • didik:

    Saya sangat tertarik dengan produk ini
    Dimana saya bisa membelinya tolong bantuannya
    Mohon dibalas via whatsapp 081359395349

Leave a Reply

*

Saran, Kritik, Ngobrol

Categories
Tweet
Sugar Research Fan Page