Sugar Losses in Processing

Proses pembuatan gula kristal putih (plantation white sugar) terdiri dari berbagai tahap. Tahapan proses terdiri dari pemerahan di gilingan, pemurnian nira, penguapan, kristalisasi sampai proses sugar handling. Dari tahapan proses tersebut tentu ada beberapa kehilangan (losses) yang tidak dapat dihindari. Tugas dari seorang process engineer  adalah untuk meminimalkan losses sehingga gula kristal yang diperoleh semaksimal mungkin.

Secara garis besar losses pada proses pengolahan gula dapat dibagi menjadi tiga bagian :

  1. Determined losses
  2. Undetermined losses
  3. Hidden losses

Determined Losses

Determined losses atau kehilangan yang dapat dihitung melalui analisa adalah kehilangan di dalam ampas, blotong dan tetes. Pada proses pemerahan di gilingan tebu di perah menghasilkan nira mentah dan ampas. Nira mentah sebagai bahan baku proses pemurnian dan ampas adalah sisa hasil pemerahan. Di dalam ampas masih terdapat gula dan di laboratorium di analisa kadar pol nya. Kadar pol ampas dikatakan baik adalah 2 %. Apabila lebih dari 2 % dapat dikatakan terjadi kehilangan gula di ampas. Tugas dari bagian gilingan adalah untuk menekan kehilangan dalam ampas seminimal mungkin dengan setting gilingan, pressing, pemberian imbibisi dan kondisi operasional di gilingan yang optimal.

 Undertemined Losses

Undetermined losses atau kehilangan tak diketahui adalah kehilangan selama proses dan terbagi menjadi kehilangan nyata, kehilangan secara mekanis dan kehilangan karena inversi dan dekomposisi dari nira. Kehilangan nyata berhubungan dengan kesalahan dalam timbangan tebu, nira mentah, blotong, tetes dan gula. Selain itu juga dapat bersumber dari kesalahan pengambilan sampel dan analisa bahan alur proses. Kehilangan mekanis seperti nira yang tumpah, entrainments di proses penguapan atau kebocoran pada perpipaan dan tangki. Sedangkan kehilangan karena inversi bisa disebabkan oleh jam berhenti giling yang tinggi dan pada proses di gilingan sanitasi gilingan yang kurang terkontrol.

Hidden Losses

Kehilangan yang tersembuni (hidden losses) dimulai sejak tebu ditebang di kebun. Setelah tebu ditebang secara alami akan mengalami dekomposisi. Untuk tebu yang belum masak kehilangan nya akan semakin besar dibanding tebu yang masak pada waktu ditebang. Untuk mengurangi hidden losses maka proses tebang muat angkut harus sesuai dengan SOP, yaitu menebang tebu pada kondisi masak, mengangkut tebu yang ditebang secepatnya ke emplasement pabrik dan menggiling tebu yang lebih dulu ditebang. Hal ini juga harus didukung oleh kondisi pabrik yang optimal sehingga tebu yang berada di emplasement pabrik bisa langsung di giling.

Kita tidak bisa menghindari losses yang terjadi selama proses pembuatan gula, tetapi kita dapat menguranginya dengan menjalankan secara disiplin prosedur baku yang sudah ada.

Share

Leave a Reply

*

Saran, Kritik, Ngobrol

Categories
Tweet
Sugar Research Fan Page