Archive for November, 2011

Komposisi Nira Tebu dan Pengaruhnya dalam Proses Pengolahan Gula

Tebu (Saccharum officinarum) merupakan tanaman penghasil gula yang telah lama dibudidayakan di Indonesia khususnya Pulau Jawa. Gula Kristal yang kita konsumsi diproses dari sukrosa yang terbentuk di batang tebu. Kadar sukrosa yang ada dalam batang tebu bervariasi antara 8 – 13 % pada tebu segar yang mencapai kemasakan optimal. Sukrosa adalah senyawa disakarida dengan rumus molekul C12H22O11. Sukrosa terbentuk melalui proses fotosintesis yang ada pada tumbuh-tumbuhan. Pada proses tersebut terjadi interaksi antara karbon dioksida dengan air didalam sel yang mengandung klorofil. Bentuk sederhana dari persamaan tersebut adalah :

            6 CO2  +  6 H2O   —–>   C6H12O6  +  6 O2

Gula tebu adalah disakarida, gula tersebut dapat dibuat dari gabungan dua gula yang sederhana yaitu glukosa dan fruktosa (monosakarida). Penggabungan dari dobel unit karbon monosakarida menjadi  :  C12H22O11 yang selanjutnya dinamakan sukrosa atau saccharose. Selain sukrosa didalam batang tebu terdapat zat-zat lain. Dalam proses produksi gula zat – zat ini harus dihilangkan sehingga dihasilkan gula yang berkualitas. Berikut adalah komponen nira tebu berdasarkan zat yang terlarut.

Komposisi Nira Tebu

% Zat terlarut

 

Gula

     Sukrosa

     Glukosa

     Fruktosa

Garam

Asam Organik

Protein

Starch / Pati

Gums

Zat lilin

Zat warna dan komponen minor

 

 

75 – 92

70 – 88

2.0 – 4.0

2.0 – 4.0

3.0 – 4.5

1.5 – 5.5

0.5 – 0.6

0.001 – 0.05

0.3 – 0.6

0.05 – 0.15

3.0 – 5.0

sumber : “Principle of Sugar Technology”, P. Honig

Sukrosa merupakan komponen terbesar pada zat yang terlarut dalam nira. Pada kondisi larutan dengan brix rendah dapat mengalami dekomposisi oleh berbagai sebab : Read the rest of this entry »

Share

Diversifikasi Produk Pabrik Gula

Pada saat ini di Indonesia terdapat kurang lebih 61 Pabrik Gula yang beroperasi, dimana kebanyakan terdapat di Pulau Jawa khususnya Jawa Timur. Semua pabrik gula tersebut berbahan baku dari tanaman tebu. Tebu sangat efisien dalam merubah energi surya menjadi energi kimia. Dibandingkan dengan tanaman sejenis yang lain tebu menghasilkan karbohidrat dan bahan kering jauh lebih tinggi. Walaupun bervariasi tetapi rata-rata dapat menghasilkan 50 ton bahan kering per hektar. Peluangnya untuk menjadi bahan baku industri kimia cukup besar, terutama karena karbohidrat merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui.

Pabrik gula di Indonesia berjumlah 61 buah dengan produksi tebu sekitar 22 juta ton. Selain menghasilkan gula, pengolahan tebu juga menghasilkan pucuk tebu, ampas, blotong dan tetes sebagai produk sampingnya. Khusus untuk ampas pada umumnya digunakan sebagai bahan bakar ketel (boiler). Tetapi menurut Paturau pabrik gula yang efisien dapat menghemat uap bekas 34,6 % dan memperoleh kelebihan ampas sebanyak 39 %.

Hasil samping yang diperoleh langsung pada berbagai tahap pengolahan tebu menjadi gula adalah pucuk tebu, ampas, blotong dan tetes. Salah satu cara untuk melakukan diversifikasi produk pabrik gula adalah pengolahan hasil samping tersebut menjadi produk yang lebih tinggi nilainya, baik sebagai bahan jadi maupun bahan baku.

sumber : PATURAU, “by product of the Cane Sugar Industry” Read the rest of this entry »

Share

Betapa Bahagia Saat itu..

Betapa Bahagia saat itu
tatkala kita duduk di beranda
dua tubuh, dua bentuk,
tapi jiwa kita sebagai satu..

Tatkala kita mulai tertawa,
Betet di langit mulai kunyah gula!

Dalam bentuk ini, kita di bumi.
Pada saat yang sama kita di Sorga

(Mevlana Jalaluddin Rumi)

Salah satu penggalan rubaiyat Maulana Rumi diatas dapat juga kita analogikan dengan kondisi pergulaan kita. Selama ini kita selalu mengenang  kejayaan masa lampau dimana Indonesia pada zaman Hindia Belanda merupakan salah satu eksporter gula terbesar di dunia.

Itu adalah masa lalu yang indah yang patut dikenang dan dicatat. Tetapi sekarang kita harus menghadapi masa dimana produksi gula nasional merosot. Pada saat yang sama pemerintah telah mencanangkan bahwa pada tahun 2014 akan dicapai Swasembada Gula Nasional. Akankah target itu tercapai ? Hanya waktu yang bisa membuktikan..

Kita tidak boleh lelah untuk berusaha. Takdir memang di tangan Allah, tetapi nasib manusialah yang menentukan, sesuai dengan firman Allah SWT : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sebuah kaum hingga mereka mengubah apapun yang ada pada diri mereka.” (QS Ar Ra’du 11).   Dengan usaha dan kerjasama antara insan pergulaan (praktisi, peneliti, pemerintah, petani, dll) maka kita berharap target swasembada gula 2014 dapat tercapai..

Munculnya website atau blog ini diharapkan dapat menjadi wadah atau tempat berbagi informasi dan pengetahuan baru dalam bidang pergulaan sehingga kita dapat bekerja sama. Kami berharap dari para pembaca sekalian untuk memberikan sumbangsih dan saran nya atau memberikan kritik bagi kebaikan kita bersama.

Semoga bermanfaat dan kita berharap kepada Allah SWT kita dapat meraih kejayaan seperti masa lampau.

 

Share
Saran, Kritik, Ngobrol

Categories
Tweet
Sugar Research Fan Page