Archive for February, 2010

pal3jpgkor

Pengukuran pol dan nira atau produk gula yang lain dengan polarimeter memerlukan syarat antara lain adalah larutan filtrat yang diukur harus jernih dan tidak berwarna gelap. Persyaratan ini akan lebih ketat lagi untuk polarimeter visual yang mengandalkan mata pengukurnya.

Larutan Timbal Asetat (TA) telah digunakan lebih dari satu abad yang lalu hingga kini untuk bahan penjernih Dibandingkan dengan bahan penjernih dari garam-garam logam lain kualitas penjernih TA lebih unggul (Browne and Zerban,1941) namun mengingat TA adalah logam yang bersifat racun kuat, penggunaannya untuk bahan penjernih mulai dipertanyakan (ICUMSA, 1990).

Pabrik gula di Indonesia seperti beberapa pabrik gula tebu di negara lain masih menggunakan TA sebagai bahan penjernih untuk analisis pol. Kalau dihitung, untuk analisis pol dalam pengawasan pabrikasi, untuk pabrik gula yang berkapasitas 4000 TCD diperlukan tidak kurang dari 100 kg TA per musim giling. Dapat dibayangkan untuk pabrik gula seluruh Indonesia, khususnya di Jawa, diperkirakan sekitar 5 ton TA per tahun dibuang sebagai limbah analisis pol, atau sekitar 500 ton TA tersebar di perut bumi Pulau Jawa selama seabad ini.

Read the rest of this entry »