Saat anda tak memiliki kata-kata yang perlu dibicarakan, diamlah! Cukup mudah untuk mengetahui kapan waktunya berbicara. Namun, mengetahui kapan anda harus diam adalah hal yang jauh berbeda. Salah satu fungsi bibir adalah untuk dikatupkan. Bagaimana anda bisa memperhatikan dan mendengarkan dengan lidah yang berkata-kata. Diamlah demi kejernihan pandangan anda. Orang yang mampu diam ditengah keinginan untuk berbicara mampu menemukan kesadaran dirinya. Sekali anda membuka mulut, anda akan temui betapa banyak kalimat-kalimat meluncur tanpa disadari. Mungkin sebagian kecil kata-kata itu tidak anda sadari. Seringkali orang tergelincir oleh kerikil kecil, bukan batu besar. Butiran mutiara indah hanya bisa tercipta bila kerang mutiara mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Sekali ia membuka lebar cangkangnya, maka pasir dan kotoran laut segera memenuhi mulutnya. Inilah ibarat, kekuatan anda untuk diam. Kebijakan seringkali tersimpan rapat dalam diamnya para bijak. Untuk itu, anda perlu berusaha membukanya sekuat tenaga. Bukankah pepatah mengatakan, ”diam itu emas”.

One Response to “DIAM ADALAH EMAS”

  • imamlangit:

    Believe it or not,pola diam itu emas sudah menjadi doktrin anak sekolahan,bahkan mahasiswa. Akibatnya proses belajar mengajar menjadi tidak hidup. Bandingkan dengan amerika ataupun jepang,mereka bisa maju karena sangat ekspresif dan kritis. Bukankah kita tidak akan pernah tahu kalau tidak mencoba?
    Kita harus proaktif,think of it and just do it.
    Kapan industri gula mau maju kalo hanya mengandalkan textbook jaman baheula,apalagi masih mengagung-agungkan senior. Wuiih…hari gini ngikut senior,tau gak seh kalo pabrik gula semakin hancur karena sdmnya sangat lemah?
    terutama bidang riset dan fundamental keilmuwannya.No offense but I’ve met many of your seniors,their knowledge definitely obsolete.
    Silent is gold.
    Gold is yellow.
    Yellow is shit.
    Silent = shit.
    think…Plan…and Just do it. Just simple is that

Leave a Reply