Archive for April, 2009

Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok dan paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Sebagai produk makanan tentunya harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan sehingga layak untuk dikonsumsi. Di Indonesia ada tiga jenis gula yang beredar di pasaran, yaitu gula kristal mentah (GKM) atau raw sugar yang digunakan sebagai bahan baku industri gula rafinasi, gula kristal putih (GKP) yang dikonsumsi secara langsung dan gula rafinasi sebagai bahan baku industri makanan dan minuman.

Gula yang kita konsumsi sehari-hari adalah gula kristal putih secara internasional disebut sebagai plantation white sugar. GKP dibuat dari tebu yang diolah melalui berbagai tahapan proses, untuk Indonesia kebanyakan menggunakan proses sulfitasi dalam pengolahan gula. Kriteria mutu gula yang berlaku di Indonesia ( SNI ) saat ini pada dasarnya mengacu pada kriteria lama yang dikenal dengan SHS (Superieure Hoofd Suiker), yang pada perkembangannya kemudian mengalami modfikasi dan terakhir SNI 01-3140-2001/Rev 2005, Tabel 1. Secara garis besar kriteria mutu gula (GKP) yang kita ikuti meliputi kadar air, polarisasi, warna larutan, warna kristal, kadar SO2, abu konduktivitas dan besar jenis butir.

Tabel 1. Syarat mutu gula kristal putih (SNI-3140-200/Rev 2005)

mutu-gula

Read the rest of this entry »

1. Mikroba di Raw Sugar
Mikroba yang terdapat dalam raw sugar berasal dari tanah. Menurut De Whalley dan Scarr, spesies mikroba yang terdapat dalam raw sugar adalah Bacillus subtilis, B. Mesentericus vulgarus, Aerobacter aerogenes, dan spesies Actinomyes, Saccharomyes, Penicillia, Mucor dan Aspergillus. Selain itu ada juga golongan thermophillic : Clostridium nigrifi dan Bacillus stearothermophillis. Mikroba penghasil hidrogen : Clostridium thermoputrificum, C. Thermoaerogenes thermocidophilus dan C. Thermochainus. Mikroba tersebut akif di molasses yang menyelimuti raw sugar. Film molasses memberikan banyak nutrisi pada mikroba sehingga dapat bertahan hidup.

2. Mikroorganisme di proses Afinasi

Pada proses affinasi yaitu pencucian raw sugar, dapat tumbuh bakteri mesophillic dan thermophillic. Mikroba tersebut terbawa dari lapisan film molasses yang menyelimuti raw sugar. Pada proses pencucian dan peleburan raw sugar di lebur sehingga bakteri tercampur kedalam sirup affinasi.

3. Press Filtration
Pada proses filter press partikel dengan ukuran 0.7 – 1 mikron dihilangkan. Karena ukuran dari yeas, mold dan bakteri lebih besar dari 1 mikron maka kemungkinan mikroba yang tertinggal pada filtrat masih banyak. Selama 5 – 10 menit pertama penyaringan filtrat keruh yang dihasilkan masih banyak mengandung mikroba. Oleh karena itu sebelum dialirkan ke tangki penampung hendaknya filtrat dibersihkan dulu. Kejernihan dari filtrat biasanya mengindikasikan banyak sedikitnya mikroba yang terdapat didalamnya.

4. Proses dekolorisasi
Apabila pada proses filtrasi terjadi kebocoran sehingga liquor yang dihasilkan turbiditinya tinggi, kemungkinan kontaminasi mikroba tinggi dan hal ini akan terbawa pada proses dekolorisasi. Pada proses dekolorisasi dengan kolom karbon, mikroba dapat mencemari peralatan dan menempel pada dinding kolom sehingga dapat terbawa oleh liquor yang di lewatkan pada kolom tersebut. Selain itu sumber mikroba bisa dari dasar kolom dan dindingnya dan biasanya terbawa pada saat liquor pertama melewati kolom. Pembersihan kolom karbon secara periodik diperlukan untuk mensterilkan kolom dari mikrobal. Read the rest of this entry »

Bukan apa yang terlihat di penampakan; diri dalam anda jauh lebih berharga. Penampilan luar mudah dibeli. Padahal kekuatan anda tertanam didalam diri melalui perjalanan hidup yang panjang, terjal dan licin; sesuatu yang anda alami sehari-hari.

Jujurlah pada diri sendiri. Luruhkan sedikit demi sedikit topeng-topeng semu yang anda kenakan. Ketidakjujuran mungkin tempat berlindung yang baik, namin sama sekali bukan tempat tinggal yang menentramkan.

Tikus yang mengaum bagai singa tetap saja lari menghindari terkaman kucing. Dua petinju yang saling bertatapan tajam harus mengalahkan kegentaran hatinya terlebih dahulu. Bukan soal kerasnya tulang atau besarnya otot, namun tegarnya hati yang mampu mengalahkan kegentaran anda.

Jangan takut untuk menghadapi tantangan yang terbentang di hadapan. Sesulit apapun masalah, ia takkan melebihi kemampuan anda untuk memikulnya. Ayo, selesaikan semua persoalan. Untuk itulah anda berada disini.

Ada ratusan toko yang berjajar di kota ini. Didalamnya terpajang ribuan bahkan jutaan barang menarik untuk dibawa pulang. Anda hanya perlu sedikit kelapangan hati untuk membeli sebuah produk sederhana, mengemasnya secara hati-hati, menyisipkan secarik ucapan dan memberinya sebagai bingkisan pada rekan kerja sekantor yang telah menjalin kerja baik selama ini. Bukan soal berapa panjang hubungan yang ingin anda rajut dengan mereka.

Berikan bingkisan sebagai tanda penghargaan dan terima kasih pada rekan kerja anda. Anda mungkin tak mampu menjadi rekan kerja yang baik, atau bukan teman bicara yang mengerti keluh kesah sahabat. Anda mungkin bukan pemimpin yang baik, yang belum bisa menyediakan lingkungan kerja yang menyenangkan, atau memberikan upah yang mencukupi seluruh kebutuhan mereka, namun anda bisa memberikan sekotak bingkisan dari lubuk hati anda. Percayalah, sesuatu yang berasal dari hati akan selalu singgah di hati pula.