Bambang Eddy Santoso dan H. Suwandi
Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia
Jl. Pahlawan 25 Pasuruan, 67126
ABSTRAK
Nira campuran dan rata-rata bobot adalah dua hal yang berbeda tetapi sama. Berbeda secara fisik, karena nira campuran adalah nira yang merupakan campuran dari nira tebu tiga bagian (atas, tengah dan bawah), rata-rata bobot adalah perhitungan rata-rata secara matematik yang memperhitungkan bobot dari komponen pembentuknya (nira tebu bagian atas, tengah dan bawah). Keduanya mempunyai maksud dan tujuan yang sama karena keduanya merupakan titik pusat kesetimbangan dari nira tebu bagian atas tengah dan bawah sehingga menggambarkan nira tebu lonjoran. Dalam upaya menempatkan analisis nira campuran sebagai bagian dari analisis kemasakan tebu tiga bagian, telah dilakukan suatu penelitian tentang analisis kemasakan tebu untuk membahas permasalahan tersebut. Pada penelitian ini digunakan 10 varietas @ 5 batang selama 5 ronde pengamatan. Parameter yang diamati adalah berat nira masing-masing bagian; brix dan pol dari nira tiga bagian, campuran dan rata-rata bobot. Selanjutnya dihitung HKpol, nilai nira dan rendemen. Uji statistik yang digunakan adalah uji sepasang (faktor varietas dan ronde dianggap sebagai kontributor banyaknya data contoh tebu), analisis variansi dan perbandingan ganda Newman Keuls. Hasilnya menunjukkan bahwa rangking kualitas nira dan rendemen dari yang terendah sampai yang tertinggi adalah nira bagian atas, campuran, rata-rata bobot, tengah dan bawah. Ada perbedaan yang signifikan antara kualitas nira campuran dengan rata-rata bobot. Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh proporsi pencampuran sisa nira A, T dan B menjadi nira campuran tidak sesuai lagi dengan proporsi nira saat tebu diperah. Rata-rata koefisien peningkatan dari analisis nira campuran dan rata-rata bobot tidak begitu berbeda, namun secara individual ada perbedaan yang cukup tinggi. Hal ini perlu diwaspadai, karena dapat menyebabkan kesalahan dalam menginterpretasikan fenomena kemasakan tebu. Untuk menempatkan analisis nira campuran sesuai porsinya yang menggambarkan kualitas nira tebu lonjoran, maka disarankan untuk menggunakan perhitungan rata-rata bobot dari hasil analisis nira A, T dan B. Cara perhitungan ini dapat menghemat waktu analisis, sehingga waktu yang dihemat dapat dipakai untuk menambah jumlah contoh varietas yang diuji. Di lain pihak, agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam menginterpretasikan rendemen hasil analisis kemasakan tebu dengan rendemen hasil analisis nira perahan pertama pabrik gula, disarankan rendemen analisis kemasakan diganti dengan nilai nira saja karena hasil akhir perhitungan (faktor kemasakan dan koefisien peningkatan) keduanya persis sama.
Kata kunci: analisis kemasakan tebu, nira tebu tiga bagian, nira campuran, rata-rata bobot, koefisien peningkatan.
FULLTEXT
http://www.ziddu.com/download/5017083/Analisakemasakantebu.pdf.html
