PEMURNIAN

Tebu yang diekstrak akan menghasilkan nira mentah. Proses selanjutnya adalah pemurnian nira. Dalam nira mentah mengandung sukrosa, gula invert (glukosa+fruktosa), atom-atom (Ca,Fe,Mg,Al) yang terikat pada asam-asam, asam organik dan an organik, zat warna, lilin, asam-asam kieselgur yang mudah mengikat besi, aluminium, dan sebagainya. Nira mentah ini akan dimurnikan melalui berbagai tahapan proses.

Proses pemurnian berfungsi untuk menghilangkan atau mengurangi bukan gula dari nira mentah seoptimal mungkin. Proses pemurnian ini dapat dilakukan secara fisis maupun kimiawi. Secara fisis dengan cara penyaringan sedangkan secara kimia melalui pemanasan, pemberian bahan pengendap.

Pada proses pemurnian nira terdapat tiga buah jenis proses, yaitu :
a. Defekasi
b. Sulfitasi
c. Karbonatasi

Pada saat ini sebagian besar pabrik gula di Indonesia menggunakan proses sulfitasi dalam memurnikan nira. Pada proses sulfitasi nira mentah terlebih dahulu dipanaskan melalui heat exchanger sehingga suhunya naik menjadi 700 C. Setelah itu nira tersebut dialirkan kedalam defekator dicampur dengan susu kapur. Fungsi dari susu kapur ini adalah untuk membentuk inti endapan sehingga dapat mengadsorp bahan bukan gula yang terdapat dalam nira dan terbentuk endapan yang lebih besar. Pada proses defekasi ini dilakukan secara bertahap ( 3 kali ) sehingga diperoleh pH akhir sekitar 9 – 10.

Reaksi yang terjadi antara susu kapur dengan phospat yang ada dalam nira :

CaCO3 —-> CaO + CO2
CaO + H2O —-> Ca(OH)2 + 15.9 Kcal
Ca(OH)2 —-> Ca2+ + 2 OH
3Ca2+ + 2PO43- —-> Ca3(PO4)2

Setelah itu nira akan dialirkan kedalam sulfitator, dan direaksikan dengan gas SO2. Reaksi antara nira dan gas SO2 akan membentuk endapan CaSO3, yang berfungsi untuk memperkuat endapan yang telah terjadi sehingga tidak mudah terpecah. pH akhir dari rekasi ini adalah 7.

Tahap akhir dari proses pemurnian nira dialirkan ke bejana pengendap (clarifier). Pada proses pengendapan ini ditambahkan flokulan yang berfungsi untuk mempercepat pengendapan. Hasil dari proses pengendapan adalah nira jernih dan bagian yang terendapkan adalah nira kotor. Nira jernih dialirkan ke proses selanjutnya (Penguapan), sedangkan nira kotor diolah dengan rotary vacuum filter menghasilkan nira tapis dan blotong.

PENGUAPAN

Hasil dari proses pemurnian adalah nira encer. Nira encer ini mempunyai brix sekitar 12 – 13 %. Langkah selanjutnya dalam proses pengolahan gula adalah proses penguapan. Penguapan dilakukan dalam bejana evaporator. Tujuan dari penguapan nira encer ini adalah untuk menaikkan konsentrasi dari nira mendekati konsentrasi jenuhnya.

Pada proses penguapan menggunakan multiple effect evaporator dengan kondisi vakum. Penggunaan multiple effect evaporator dengan pertimbangan untuk menghemat penggunaan uap. Sistem multiple effect evaporator terdiri dari 3 buah evaporator atau lebih yang dipasang secara seri. Di pabrik gula biasanya menggunakan 4(quadrupple) atau 5 (quintuple) buah evaporator.

Pada proses penguapan air yang terkandung dalam nira akan diuapkan. Uap baru digunakan pada evaporator badan I sedangkan untuk penguapan pada evaporator badan selanjutnya menggunakan uap yang dihasilkan evaporator badan I. Penguapan dilakukan pada kondisi vakum dengan pertimbangan untuk menurunkan titik didih dari nira. Karena nira pada suhu tertentu ( > 1250 C) akan mengalamai karamelisasi atau kerusakan. Dengan kondisi vakum maka titik didih nira akan terjadi pada suhu 700 C. Nira yang keluar dari evaporator badan akhir diharapkan mencapai brix 60 - 65 %. Produk yang dihasilkan dalam proses penguapan adalah nira pekat.

16 Responses to “SERI PENGETAHUAN INDUSTRI GULA : PEMURNIAN DAN PENGUAPAN”

  • Risvan……Anda punya website sangat bagus. Fokus ke permasalahan teknologi gula akan sangat membantu para praktisi pabrik gula terutama di bagian pengolahan. Mungkin ini pertama kali ada blog yang menfokuskan ke teknologi gula.

    Selamat ya.

  • Risvan mohon bantuannya saya sedang menyusun tugas akhir dengan judul proses klarifikasi.
    tapi proses klarinya menggunakan sacharatte (susu kapur + syrup/nira kental) nah saya mau tahu lebih dalam lagi , mohon bantuannya ya….

  • risvank:

    ya mohon diperjelas untuk proses klarfikasi gula? gula kristal apa rafinasi? trus alatnya pake apa clarifier? atau bisa krim email aja…

  • aria yoga sentana:

    saya sedang menyusun tugas akhir yg tentang pemurnian air nira khususnya pada defekator. disini saya merancang kontroller untuk inputan antara air nira dengan kapur.
    mohon penjelasan lebih detail unutuk proses pada defekator?kemudian reaksi kimia apa saja yg terjadi?apakah reaksi antara air nira dengan kapur tidak terjadi reaksi kimia?
    mohon petunjuknya.

  • risvank:

    Pada defekator terjadi reaksi antara nira dengan susu kapur. Untuk reaksi kimianya dapat dilihat di artikel diatas. Intinya adalah ion Ca di susu kapur akan bereaksi dengan ion PO4 yang ada dalam nira. Untuk parameter kontrolnya adalah pH. dimana pada proses ini terjadi kenaikan pH ( pH 5 - pH 9), karena susu kapur bersifat basa. Pada pabrik gula pada defekator yang dikontrol adalah pH nya jangan sampai berlebih. Kebanyakan PG menggunakan proses pencampuran pada dua atau tiga defekator. Sedangkan parameter output nira yang keluar dilihat dari segi turbidity (kekeruhan), kadar gula reduksi, dan warna.

  • pram:

    Mas Risvan,
    minta tolong penjelasannya tentang teknologi vakum pada proses penguapan nira (evaporator)…
    terima kasih…

  • kiky:

    mas risvan,
    minta tolong dijelasin tentang pengendapan donk,terutama apa sih yang dimaksud dengan endapan bulky?

  • bagusssssssssssssss banget website ini

  • wita:

    assalamualaikum… mas bisa minta tolong nggak, mecahin soal yang satu ini… ntar kirim aja ke alamat email wit ya… ni soalna: bagaimana bentuk kristal dari gula tebu, gula aren, gula bit dan gula semut. mana diantara gula tersebut yang lebih sempurna mengkristalnya… jika tidak sempurna mengkristalnya mengapa?… dimensi unsur C,H,O dan dimensi molekul gula ukur, dimensi kristal gula seperti apa ya mas… dan jumlah molekul gula dalam kristal berapa ya mas… tolong yamas secepatnya langsung ke email wit aja ya soalna lum ada website alamatnya : eliayuswita@rockeitmail.

  • risvank:

    mbak wita kalau msalah kristal gula bisa dibaca di Principle sugar technology by Honig atau Cane sugar handbook by Chen.. ya kalau bisa nanti saya krim ke email…

  • okis:

    weh… apik tenan…. bisa dikembangkan untuk forum bagi para teknolog gula gak mas ?

  • wahyudi:

    mas riswan saya mohon bantuannya…saya mahasiswa undip semester 6..ni mw penelitian tentang produksi etanol dari molases..
    saya mau tanya tentang komposisi, sifat fisis dan chemist, harga,dll tentang molases???
    trus pabrik gula di indonesia tu ada berapa ya mas??kapasitas produksi gula dalam negeri tu seberapa besar dan berapa molases yang dihasilkan oleh pabrik gula selama setahun di indonesia???

    mohon bantuannya mas
    terima kasih

  • Rido:

    Pak Riswan, saya mahasiswa TEKIM UNITRI MALANG. Saya lagi PKL di PG. Kebon Agung. Saya mohon bantuan bapak untuk penyusunan laporan PKL tersebut. Kalau tidak keberatan dan maaf apabila saya lancang, saya ingin minta softcopy laporannya yang dah jadi.

    Terima kasih,

  • risvank:

    wah kalo laporan PKL ya ga punya. pada intinya membuat laporan kan tentang pendahuluan, sejarah PG, proses dan alat. Kalo tentang alat tentu pihak PG yang punya spek alatnya. Untuk prosesnya bisa dibaca2 disini..

  • Rahmat:

    Assalamualaikum..

    senang membaca blog anda, saya jadi tambah refensi untuk menulis tesis saya masalah teknologi pembuatan gula

  • arief:

    mas, saya lagi bingung dalam menyusun tugas akhir, mau tanya…kenapa dlm pembuatan refined sugar, raw sugar sebagai umpan harus di kristalisasi terlebih dahulu?
    bisa tidak kalau kalau raw sugar tidak di kristalisasi terlebih dahulu?
    terima kasih…

Leave a Reply