December 3rd, 2008 by risvank
Memang menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang dan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.
Sebuah hal dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita, sehingga kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu.
Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berfikir bagaimana mencipta semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya.
Cinta dimulai dengan senyum, kemudian tumbuh dengan kecupan, dan berakhir dengan air mata.
Ketika kita dilahirkan, kita menangis begitu kerasnya, sementara orang-orang disekeliling kita tersenyum bahagia. Ketika kita meninggalkan dunia, kita adalah di pihak yang tersenyum begitu bahagia….. sementara orang di sekeliling kita menangis..
December 1st, 2008 by risvank
Korosi tulangan pada beton adalah sebuah proses elektrokimia. Sel korosi terbentuk karena perbedaan konsentrasi ion dan gas disekitar logam. Secara normal, baja tulangan akan mempunyai lapisan film tipis FeO.OH pada permukaannya yang akan membuat baja pasif terhadap proses korosi. Film protektif ini akan stabil pada lingkungan alkali dari semen portland yang dihidrasi, biasanya mempunyai pH > 13. Pasivitas film akan rusak dengan penurunan alkalinitas hingga dibawah pH 11 atau karena keberadaan ion klorida. Pada beton yang permeable (dapat ditembus air) karbonasi sering bertanggung jawab pada penurunan pH. (Bromfield, 1997)
Pada proses korosi terjadi reaksi antara ion-ion dan juga antar elektron. Anode adalah bagian dari permukaan logam dimana metal akan larut. Reaksinya :

Dengan kata lain ion-ion besi Fe++ akan melarut dan elektron-elektron e- tetap tinggal pada logam. Katode adalah bagian permukaan logam dimana elektron-elektron 4e- yang tertinggal akan menuju kesana (oleh logam) dan bereaksi dengan O2 dan H2O.

Ion-ion 4 OH- di anode bergabung dengan ion 2 Fe++ dan membentuk 2 Fe(OH)2. Oleh kehadiran zat asam dan air maka terbentuk karat Fe2O3. Karat mempunyai volume sekitar enam kali lebih besar dibandingkan bahannya semula. Apabila baja beton yang berada dalam beton berkarat oleh pembesaran volume akan muncul tegangan didalam beton yang mengakibatkan peretakan. (Sagel, 1997)
Korosi Tulangan Akibat pengkarbonatan
Beton mengandung kadar alkali yang tinggi dengan pH 12 sampai 13. Oleh karena pengaruh zat asam dan air, pada mulanya timbul korosi tetapi lapisan oksida menjadi sangat rapat karena pH yang sangat tinggi disekitar beton, sehingga proses korosi pun berhenti. Pada beton dengan pH < 9 terbentuk lapisan oksida yang kurang rapat pada baja, sehingga proses korosi dapat terus berlangsung.
Oleh pengaruh masuknya zat CO2 dari udara kedalam beton nilai pH menurun. Kapur-udara diikat dengan CO2 dan membentuk kalsium karbonat :

Kecepatan dari CO2 untuk masuk kedalam beton tergantung dari permeabilitas (porositas) beton. Bila permukaan pengkarbonatan (pH<9) telah mencapai lingkungan tulangan, asalkan terdapat air dan CO2 maka dapat terjadi korosi.
(Broomfield, 2000).
Dalam praktek sering dianggap bahwa bila struktur beton yang terbuka terhadap cuaca dan angin akan menyebabkan pengkarbonatan permukaan yang akan mencapai tulangan dan korosi tulangan terjadi. Apabila tulangan berada di lingkungan kering, terjadi juga pengkarbonatan tetapi tanpa pembentukan karat. Read the rest of this entry »
December 1st, 2008 by risvank
B. E. Santoso*) dan T. Martoyo*)
ABSTRAK
Untuk mendapatkan nira sebagai bahan baku untuk stasiun pengolahan, tebu harus diekstraksi terlebih dahulu di stasiun gilingan, selain dihasilkan nira tebu juga dihasilkan ampas tebu. Di pabrik gula ampas tebu sangat penting perannya, karena digunakan sebagai bahan bakar ketel di stasiun pembangkit enerji di mana ketel adalah pembangkit enerji yang merupakan jantung pabrik gula. Untuk menghitung berapa kecukupan ampas tebu yang dibutuhkan sebagai bahan bakar diperlukan data sabut tebu, karena sabut tebu itulah pada dasarnya yang mengandung nilai bakar (4000 kkal per kg sabut tebu). Di samping itu kadar sabut tebu dipakai juga sebagai dasar untuk menyetel gilingan. Untuk menentukan kadar sabut tebu pada umumnya harus menentukan kadar bahan kering dan brix ampas tebu terlebih dahulu, diperlukan waktu minimal 2 - 3 jam untuk mendapatkan data tersebut. Ampas % tebu dihitung dari rumus 100 - imbibisi % tebu - nira mentah % tebu. Sabut tebu dihitung dengan rumus ampas % tebu x (bahan kering % ampas - brix % ampas). Dari hasil penelitian dan performance test di stasiun gilingan beberapa pabrik gula pada masa giling tahun 1997 - 2001 telah dikumpulkan data rata-rata harian sebanyak 69 data berpasangan, sabut tebu dan ampas tebu. Ingin diketahui hubungan (regresi) yang paling baik antara kedua kelompok data ini untuk memprediksi kadar sabut tebu dengan mudah jika telah diketahui kadar ampas tebu sesuai neraca bahan (tebu + air imbibisi = nira mentah + ampas tebu). Hasilnya menunjukkan bahwa hubungan antara sabut tebu dengan ampas tebu berbentuk linier sederhana. Unsur kuadratik tidak dapat dimasukkan ke dalam persamaan regresi, karena selain Y tidak mempunyai hubungan secara parsial dengan X2 juga menyebabkan F-hitung menjadi lebih kecil dari linier dan tidak meningkatkan nilai R2 dan Sy secara signifikan. Unsur kubik dapat dimasukkan ke dalam persamaan regresi, namun demikian masih menyebabkan F-hitung menjadi lebih kecil dari linier dan tidak meningkatkan nilai R2 dan Sy secara signifikan. Sedangkan unsur linier memberikan nilai F-hitung tertinggi, koefisien determinasi R2 dan simpangan baku Sy tidak berbeda dengan kuadratik dan kubik. Oleh karena itu persamaan regresi linier adalah regresi yang paling baik untuk memprediksi sabut tebu berdasarkan ampas tebu, yaitu dengan persamaan Y = 0,4728 X - 1,00; F-hitung = 1028,7; koefisien determinasi R2 = 0,94 dan simpangan regresi (Sy) = 0,50. Persamaan regresi ini bermanfaat bagi praktisi pabrik gula untuk memprediksi kadar sabut tebu yaitu untuk memperkirakan ketersediaan ampas tebu dalam menunjang kebutuhan bahan bakar ketel, juga sebagai dasar penyetelan gilingan dan pengawasan gilingan lainnya.
Kata kunci: stasiun gilingan, ampas tebu, sabut tebu, regresi prediksi.
September 30th, 2008 by risvank
Sebelas bulan kita kejar dunia
kita umbar napsu angkara
Sebulan penuh kita gelar puasa
kita bakar segala dosa
Sebelas bulan kita sebar dengki dan prasangka
Sebulan penuh kita tebar kasih sayang sesama
Dua belas bulan kita berinteraksi penuh salah dan khilaf
Di hari suci nan fitri ini, kita cuci hati, kita buka pintu maaf
Selamat Idul Fitri 1429 H,
MOHON MA’AF LAHIR DAN BATIN
July 29th, 2008 by risvank
Hidrolisis adalah suatu proses kimia yang menggunakan H2O sebagai pemecah suatu persenyawaan termasuk inversi gula, saponifikasi lemak dan ester, pemecahan protein dan reaksi Grignard. H2O sebagai zat pereaksi dalam pengertian luas termasuk larutan asam dan basa (dalam senyawa organik, hidrĂ³lisis, netralisasi).
Jenis-jenis hidrĂ³lisis ada lima macam, yaitu :
1. Hidrolisis Murni
Direaksikan dengan H2O saja, reaksi lambat sehingga jarang digunakan dalam industri (tidak komersial). Hanya untuk senyawa-senyawa yang reaktif. Reaksi dapat dipercepat dengan menggunakan H2O uap.
Contoh :

2. Hidrolisis dalam Larutan Asam
Asam encer atau pekat misal HCl, H2SO4 (asam lain mahal). Biasanya berfungsi sebagai katalisator. Pada asam encer, pada umumnya kecepatan reaksi sebanding dengan konsentrasi H+ menjadi [H+]. Sifat ini tidak berlaku pada asam pekat. Pemakain H2SO4 lebih disukai karena HCl korosif.
Contoh :

3. Hidrolisis dalam Larutan Basa
Basa encer atau pekat seperti NaOH, KOH. Penggunaan basa terbatas karena hasil akhir adalah garam bukan asam.
Contoh :

Read the rest of this entry »